LUBANG EKS TAMBANG KEMBALI MERENGGUT NYAWA

Tim gabungan saat mengevakuasi korban tenggelam di lubang eks tambang milik PT. Madhani Talatah Nusantara, subkontraktor PD Baramarta di Desa Rantau Nangka, Kecamatan Sungai Pinang, Kabupaten Banjar, Minggu (14/6). Foto-Istimewa

Kabarkalsel.com – DPRD Kabupaten Banjar mewanti-wanti agar jangan sampai ada lagi korban jiwa di lubang eks tambang.

“Jangan sampai lagi nanti ada korban tambahan, karena nyawa manusia itu lebih berharga daripada materi,” ujar Ketua DPRD Kabupaten Banjar, HM Rofiqi kepada apahabar.com, Rabu (17/6).

Semestinya setelah selesai ditambang, pemilik konsesi wajib hukumnya mereklamasi atau menutup lubang.

“Yang pernah ke sana pasti melihat bahaya sekali. Kita lihat ada yang lobangnya kedalamannya sampai 50 meter. Kalau saya rasa dilihat airnya tentu dari luarnya saja sudah tidak sehat,” imbuh politikus Gerindra ini.

Sebelumnya pihak Perusahaan Daerah (PD) Baramarta mengklaim bahwa lobang-lobang yang menganga bekas tambang adalah bekas para penambang liar. Bukan kewajiban mereka untuk mereklamasi.

Namun Rofiqi tidak sependapat dengan alasan tersebut. Menurutnya, kewajiban tetap ada pada empunya konsesi tambang.

“Enggak boleh dong seperti itu. Jadi kalau kita punya rumah tentu kita bertanggung jawab juga terhadap halamannya. Masa misalkan halaman kita berlobang lalu kita nyuruh tetangga sebelah, kan tidak mungkin. Artinya kalau memang ada penambang ilegal ya harus diproses sesuai aturan,” pungkas Rofiqi.

Diwartakan sebelumnya, Kasyful Anwar (40) warga Desa Pakutik, Kecamatan Sungai Pinang, Kabupaten Banjar tewas tenggelam saat memancing di danau eks tambang batu bara di desa tetangga, yakni Desa Rantau Nangka pada Jumat (12/6).

Pencarian langsung dilakukan tim gabungan dari instansi terkait serta sejumlah kelompok relawan.

Dua hari pencarian di danau tersebut, akhirnya korban mengapung dengan sendirinya ke permukaan air pada Minggu (14/6) sekitar pukul 10.00. Musibah ini memperpanjang catatan buruk di dunia pertambangan.

BAGIKAN INI
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •