2 Helikopter Water Bombing Kembali ke Australia, Bagaimana Operasi Udara Karhutla Kalsel?
Dukungan penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kalimantan Selatan melalui udara kini mengandalkan 2 unit helikopter water bombing.
KABARKALSEL.COM, BANJARBARU - Dukungan penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kalimantan Selatan melalui udara kini hanya mengandalkan 2 unit helikopter water bombing.
Sebelumnya Kalsel menerima 6 unit helikopter bantuan dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB). Sebanyak 4 di antaranya merupakan helikopter water bombing dengan kapasitas angkut air 4.000 liter.
Namun belakangan 2 unit helikopter water bombing telah dikembalikan ke Australia sejak awal Oktober 2026 untuk mendukung penanganan karhutla di negara ini.
Selanjutnya penanganan operasi karhutla di Kalsel tinggal melibatkan 2 helikopter water bombing, 2 helikopter patroli dan 2 pesawat untuk keperluan Operasi Modifikasi Cuaca (OMC).
"Total 6 unit armada udara yang mendukung upaya penanganan karhutla di Kalsel," ungkap Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kalsel, Ronny Eka Saputra, Rabu (14/10/2026).
Pengoperasian armada udara menjadi salah satu bagian penting dalam upaya pengendalian karhutla, terutama ketika titik api tidak bisa dijangkau regu operasi darat.
Dalam pelaksanaan di lapangan, helikopter water bombing beroperasi saban hari. Aktivitas penerbangan dilakukan berkala dengan durasi terbang sekitar 3 hingga 4 jam dalam satu kali sortie.
Setelah menyelesaikan misi, helikopter kembali untuk menjalani pengisian bahan bakar sebelum diterbangkan lagi guna melanjutkan operasi, "Namun heli water bombing hanya beroperasi siang hari," tukas Ronny.
Sementara Kasubbid Kesiapsiagaan BPBD Kalsel, Ariansyah, menambahkan satuan tugas udara masih bisa beroperasi walaupun keterbatasan jarak pandang.
"Terutama pagi hari, keterbatasan visibilitas tidak memungkinkan helikopter water bombing beroperasi. Namun demikian, operasi pemadaman tetap berupaya dilakukan," papar Ariansyah.
Tercatat hingga 14 Oktober 2026, luasan lahan terbakar di Kalsel mencapai 27.202,97 hektare. Banjar menjadi kabupaten paling terdampak dengan 7.054 hektare lahan terbakar.



