Jejak Susilawati dari Paskibraka Nasional Menjadi Kapolres Perempuan Pertama di Kalsel

Dipercaya menjadi perempuan pertama yang memimpin Polres Barito Kuala (Batola) bukan sekadar kebanggaan untuk AKBP Susilawati. Jabatan ini justru menjadi tantangan, sekaligus tanggung jawab yang ingin dijalankan dengan pendekatan berbeda.

Aug 15, 2026 - 19:51
Aug 15, 2026 - 19:54
Jejak Susilawati dari Paskibraka Nasional Menjadi Kapolres Perempuan Pertama di Kalsel
AKBP Susilawati memimpin rapat analisis dan evaluasi commander wish dan bulanan pertama sebagai Kapolres Barito Kuala. Foto: Humas Polres Batola

KABARKALSEL.COM, MARABAHAN – Dipercaya menjadi perempuan pertama yang memimpin Polres Barito Kuala (Batola) bukan sekadar kebanggaan untuk AKBP Susilawati. Jabatan ini justru menjadi tantangan, sekaligus tanggung jawab yang ingin dijalankan dengan pendekatan berbeda.

Susilawati resmi memimpin Polres Batola sejak 13 Juli 2026, menggantikan AKBP Anib Bastian yang ditugaskan sebagai Wakapolresta Samarinda. 

Penunjukan Susilawati menjadi bagian dari mutasi besar-besaran yang dilakukan Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo terhadap ratusan kepala satuan unit kepolisian kabupaten/kota di akhir Juni 2026.

Khusus di Kalimantan Selatan, mutasi tersebut membawa cerita tersendiri. Ketika Susilawati menjadi kapolres perempuan pertama di wilayah hukum Polda Kalsel, sang suami Kombes Pol Riza Muttaqin mendapat amanah sebagai Kapolresta Banjarmasin.

“Alhamdulillah dan terima kasih kepada pimpinan karena mempercayai polwan untuk menduduki jabatan strategis seperti kapolres," ungkap Susilawati.

Selang beberapa setelah dilantik, Kapolres Batola AKBP Susilawati sowan ke kediaman Al Alimul Fadhil KH Muhammad Asqalani di Marabahan. Foto: Humas Polresta Banjarmasin

"Saya memandang kepercayaan tersebut sebagai tantangan besar dan mudah-mudahan semakin banyak polwan yang menduduki jabatan serupa,” tambah Purna Paskibraka Nasional 1997 perwakilan Kalsel ini.

Sebelum dipercaya menjadi Kapolres Batola, Susilawati telah melewati sejumlah penugasan. Di antaranya Kepala SPK Polresta Balikpapan, Kanit Dikyasa Polresta Balikpapan dan Kanit Patroli Polresta Balikpapan.

Perjalanan karier Susilawati berlanjut dengan menjadi Kasat Lantas Polres Tabalong, Kapolsek KP3 Banjarmasin, tenaga pendidik di Sekolah Polisi Negara (SPN) Polda Kalsel, hingga Kasubdit Pariwisata Ditpamobvit Polda Kalsel.

Pengalaman di berbagai bidang itulah yang menjadi bekal Susilawati dalam memimpin, sekaligus membawa konsep RAKAT di Polres Batola.

Kapolres Batola AKBP Susilawati melakukan pengecekan kesiapan dan kelayakan peralatan personel. Foto: Humas Polres Batola

RAKAT yang merupakan akronim Rukun, Amanah, Kolaboratif, Aspiratif dan Tulus juga menjadi terjemahan commander wish Kapolri dan Kapolda Kalsel.

“Rukun berarti membangun kebersamaan dan saling mendukung dalam pelaksanaan tugas. Amanah berkaitan dengan menjunjung tinggi kejujuran, integritas dan tanggung jawab,” papar Susilawati.

Kolaboratif dimaknai sebagai upaya memperkuat sinergi dengan seluruh pemangku kepentingan dan masyarakat. Aspiratif mengisyaratkan kepekaan terhadap kebutuhan masyarakat dan menghadirkan solusi yang tepat.

"Tulus berarti memberikan pelayanan yang selalu berorientasi kepada kepuasan masyarakat,” tegas alumnus Akpol 2005 tersebut.

Bersama sejumlah pejabat utama Polres Batola, AKBP Susilawati menyambangi Kepala Kejari Batola Andrianto Budi Santoso dan jajaran. Foto: Humas Polres Batola

Mengawali pengalaman sebagai Kapolres Batola, Susilawati langsung dihadapkan dengan persoalan kebakaran hutan dan lahan (karhutla).

"Sebenarnya situasi keamanan dan ketertiban masyarakat di Batola relatif kondusif. Namun karhutla menjadi salah satu persoalan yang harus mendapat perhatian serius, terutama di Jejangkit dan Kuripan," tukas Susilawati.

Sesuai konsep RAKAT, penanganan persoalan di masyarakat dilakukan melalui kolaborasi dengan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Batola, relawan, dan perusahaan perkebunan.

Kolaborasi itu diwujudkan dengan pendirian posko gabungan di Jejangkit yang melibatkan sejumlah pihak, termasuk PT Palmina Utama dan PT Putra Bangun Bersama. Personel yang ditempatkan di posko juga telah diinstruksikan bersiaga 24 jam.

Dua Amanah

Menyela kesibukan memimpin Polres Batola, Susilawati juga mesti mendampingi Riza Muttaqin sebagai Ketua PC Bhayangkari Banjarmasin.

AKBP Susilawati mendampingi Kombes Pol Riza Muttaqin dalam penyambutan sebagai pejabat baru Kapolresta Banjarmasin. Foto: Humas Polresta Banjarmasin

Dua tanggung jawab tersebut tentu menuntut kemampuan mengatur waktu. Pun Susilawati menyadari bahwa skala prioritas dan manajemen waktu menjadi kunci agar kedua amanah ini dapat dijalankan seimbang.

“Saya menyadari skala prioritas dan manajemen waktu yang akan menentukan keberhasilan pelaksanaan kedua amanah tersebut. Mudah-mudahan semuanya berjalan lancar,” harap Susilawati.

Selain tugas kedinasan, Susilawati juga tetap menjalankan peran sebagai ibu rumah tangga dan diakui sampai sekarang tidak menemui kendala berarti.

"Alhamdulillah anak-anak sudah beranjak besar. Mereka juga bersekolah sampai sore, dan tetap bisa berkumpul seperti biasa sepanjang weekend," tutup Susilawati.