Kemarau Diprediksi Hingga Oktober 2026, Banjar Tambah Kekuatan Hadapi Karhutla
Meski tidak ditemukan titik api dalam pemantauan di kawasan rawan Kecamatan Gambut, Rabu (23/09/2026) malam, ancaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Banjar belum sepenuhnya mereda.
KABARKALSEL.COM, MARTAPURA - Meski tidak ditemukan titik api dalam pemantauan di kawasan rawan Kecamatan Gambut, Rabu (23/09/2026) malam, ancaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Banjar belum sepenuhnya mereda.
Pemantauan langsung dilakukan Bupati H Saidi Mansyur bersama Kapolda Kalimantan Selatan Irjen Pol Rosyanto Yudha Hermawan, dan Kapolres Banjar AKBP Boni Ariefianto.
Berlangsung hingga menjelang tengah malam, pemantauan juga bertujuan memastikan penanganan di lapangan tetap berjalan, termasuk kesiapsiagaan personel dan relawan.
Selain menyisir kawasan rawan karhutla, pengecekan mengarah ke Posko Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Banjar di RSJ Sambang Lihum Jalan Gubernur Syarkawi, Kecamatan Gambut.
Tak sekadar pengecekan, Saidi menyerahkan makanan, minuman dan vitamin kepada para relawan yang berjaga, sekaligus mengingatkan mereka agar tidak mengabaikan keselamatan dan kesehatan.
“Mudahan sehat berataan,” beber Saidi kepada para petugas dan relawan yang bersiaga selama 24 jam.
Meski hasil pemantauan tidak menemukan titik api baru, kepulan asap masih terlihat di sejumlah lokasi. Petugas gabungan pun tidak berhenti melakukan pembasahan untuk mencegah bara api kembali menyala dan meluas ke area lain.
Pemkab Banjar sendiri menyiapkan penambahan personel untuk memperkuat penanganan karhutla. Tercatat dari 20 kecamatan, hampir 100 desa terdampak karhutla.
Untuk memperkuat penanganan di lapangan, Pemkab Banjar bersama TNI, Polri dan relawan menyiapkan tambahan personel. Sebanyak 5 hingga 10 tim baru akan dibentuk. Adapun setiap tim diproyeksikan beranggotakan sekitar 15 personel.
Kalau seluruh skema tersebut terealisasi, tambahan kekuatan yang disiapkan mencapai sekitar 150 personel untuk mendukung operasi pemadaman di sejumlah titik rawan.
Dukungan tidak hanya datang dari sisi personel. Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) juga memberikan bantuan berupa sarana dan peralatan pemadaman.
Relawan yang terlibat dalam penanganan karhutla juga mendapat dukungan berupa insentif atau upah harian.
Langkah tersebut diharapkan membuat operasi di lapangan dapat berlangsung lebih lama dan efektif, terutama di tengah kondisi lahan yang masih rentan terbakar.
Pemkab Banjar juga menyiapkan Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) disiapkan sebagai opsi untuk pendidikan. Sementara di bidang kesehatan, disiapkan pasokan vitamin dan masker.
“Kami berharap masyarakat terus waspada terhadap bahaya karhutla, karena hujan diprakirakan baru turun awal November 2026 dengan intensitas rendah,” tutup Saidi.

