Sempat Menjadi Sorotan, Banjar dan Barito Kuala Akhirnya Dapat Banpres Penanganan Karhutla

Penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kalimantan Selatan, khususnya Banjar, Barito Kuala hingga Hulu Sungai Utara, akhirnya mendapatkan penguatan melalui bantuan presiden (banpres).

Oct 22, 2026 - 23:16
Oct 23, 2026 - 00:01
Sempat Menjadi Sorotan, Banjar dan Barito Kuala Akhirnya Dapat Banpres Penanganan Karhutla
Asap tebal membumbung tinggi dari karhutla yang terjadi di Kompleks Batola Residence, Kelurahan Handil Bakti, Kecamatan Alalak, Barito Kuala, Rabu (21/10/2026). Foto: Istimewa

KABARKALSEL.COM, BANJARBARU - Penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kalimantan Selatan, khususnya Banjar, Barito Kuala hingga Hulu Sungai Utara, akhirnya mendapatkan penguatan melalui bantuan presiden (banpres).

Ketiga kabupaten tersebut mendapatkan banpres tahap kedua bersama Hulu Sungai Tengah, Hulu Sungai Utara, Balangan, Tabalong dan Kotabaru.

Tercatat Banjar menerima bantuan sebesar Rp20 miliar, karena menjadi daerah paling terdampak karhutla di Kalsel. Hingga 22 Oktober 2026, lahan yang terbakar di Banjar sudah mencapai 7.265,98 hektare atau berstatus sangat parah. 

Sementara Barito Kuala, Hulu Sungai Utara, Hulu Sungai Tengah, Hulu Sungai Utara, Balangan, Tabalong dan Kotabaru masing-masing dibantu Rp10 miliar.

"Memang baru dibuka banpres tahap kedua dan disalurkan langsung ke kabupaten penerima," ungkap Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kalsel, Ronny Eka Saputra, Kamis (22/10/2026) malam.

Sebelumnya Kalsel telah mendapatkan banpres tahap pertama senilai Rp100 miliar yang dikucurkan untuk Banjarbaru, Tanah Laut, Tanah Bumbu, Hulu Sungai Selatan dan Tapin, serta BPBD Kalsel.

Rinciannya BPBD Kalsel memperoleh Rp30 miliar, Tanah Laut Rp20 miliar, Tapin Rp15 miliar, Banjarbaru Rp15 miliar, serta Tanah Bumbu dan Hulu Sungai Selatan masing-masing Rp10 miliar. 

"Semoga banpres tersebut bisa membantu kawan-kawan di kabupaten dan kota dalam penanganan karhutla di daerah masing-masing," harap Ronny.

Sementara Kepala BPBD Batola, Mirwan Efendi Siregar, dalam kesempatan terpisah mengonfirmasi perihal banpres tahap kedua, "Alhamdulillah Batola juga mendapatkan banpres penanganan karhutla," jawabnya.

Sebelumnya Bupati Hulu Sungai Tengah, Samsul Rizal, juga memastikan banpres tahap kedua telah diterima dan segera digunakan untuk menangani karhutla.

“Alhamdulillah dana penanganan karhutla sebesar Rp10 miliar sudah turun. Kami berterima kasih kepada Presiden Prabowo Subianto atas perhatian dan dukungan kepada Hulu Sungai Tengah,” ungkap Samsul Rizal dikutip dari Antara.

“Kami berharap dukungan tersebut dapat membantu memperkuat upaya pencegahan dan penanggulangan karhutla, serta meningkatkan kesiapsiagaan dalam menghadapi potensi karhutla," tutupnya.

Adapun total banpres tahap kedua sebesar Rp1,2 triliun yang diperuntukkan 6 provinsi, serta 35 kabupaten dan kota. Selain Kalimantan Selatan, bantuan serupa dikucurkan kepada Sumatera Selatan, Jambi, Kalimantan Tengah, Kalimantan Barat, Kalimantan Timur, dan Riau.

Sesuai arahan Menko Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Sugiono, banpres tahap kedua diprioritaskan untuk perlindungan masyarakat yang meliputi pelayanan masyarakat, pembagian masker dan tabung oksigen, hingga penanganan pasien Infeksi Saluran Pernafasan Akut (ISPA).

"Bantuan juga bisa digunakan untuk mendukung operasi pemadaman karhutla yang meliputi pembelian Alat Pelindung Diri (APD, pompa air, pembuatan sumur bor, hingga mobilisasi personel," jelas Sugiono dikutip dari Antara.

"Tidak kalah penting dalam penggunaan bantuan tahap kedua adalah dukungan logistik untuk para personel yang terlibat dalam pemadaman karhutla," tutupnya.