Video Ambulans Dipersulit Isi Pertalite di SPBU Handil Bakti, Diskopperindag Batola Rilis Surat Edaran

Video sopir ambulans yang mengaku dipersulit ketika hendak mengisi Pertalite di SPBU Handil Bakti, Kecamatan Alalak, Barito Kuala (Batola), beredar di media sosial.

Sep 24, 2026 - 21:50
Sep 24, 2026 - 21:50
Video Ambulans Dipersulit Isi Pertalite di SPBU Handil Bakti, Diskopperindag Batola Rilis Surat Edaran
Ilustrasi pengisian BBM bersubsidi menggunakan Kode QR MyPertamina/Subsidi Tepat. Foto: Antara

KABARKALSEL.COM, MARABAHAN - Video sopir ambulans yang mengaku dipersulit ketika hendak mengisi Pertalite di SPBU Handil Bakti, Kecamatan Alalak, Barito Kuala (Batola), beredar di media sosial.

Video berdurasi 44 detik itu memperlihatkan seorang pengemudi yang mengaku hendak mengisi BBM bersubsidi senilai Rp100 ribu.

Namun berdasarkan keterangan dalam video, pengisian terkendala karena barcode atau Kode QR MyPertamina/Subsidi Tepat tidak sesuai dengan kendaraan yang digunakan.

"Kayapa kaya ini nah. Musim api, meisi ambulans Rp100 ribu haja kada kawa (karena) barcode kada sesuai. POM Handil Bakti........ Kayapa handak membantu pemerintah.......," papar perekam video.

Sontak video itu mendapat beragam tanggapan dari warganet. Dikutip dari akun @habarhabarkalsel, petugas SPBU dimaksud diduga lebih mudah melayani pelangsir dibanding konsumen lain.

"Tapi kalo untuk pelangsir boleh aja. Ulun rancak ae beimbai meantri di pom. Bisa Rp300 ribu sekali meisi kendaraan Thunder itu," komentar akun @renysuci***.

"Hedeh... Buhan pelangsiran laju pada trak meisiakan," sahut pemilik akun @akhmad_si***.

"Dasarnya di situ. Kami membawa pickup pemadam kada bulih jua maka barcode ada sesuai. Pemadam parak situ jua pulang kami," seru akun @syarifre***.

Menanggapi video yang beredar, Dinas Koperasi Perindustrian dan Perdagangan (Diskopperindag) Batola mengeluarkan Surat Edaran Nomor: 500.2/1/Diskopperindag/2026 tertanggal 24 September 2026.

Isi surat edaran berkaitan dengan upaya meningkatkan kelancaran dan ketepatan penanganan situasi darurat, serta keselamatan masyarakat di Batola.

Ditegaskan bahwa seluruh pengelola SPBU di Batola untuk memberikan pelayanan prioritas tanpa antrean kepada kendaraan operasional ambulans (baik milik pemerintah, swasta, maupun relawan) dan armada pemadaman kebakaran yang sedang dalam tugas penanganan keadaan darurat ataupun kebakaran hutan dan lahan (karhutla). 

Kemudian petugas SPBU diharapkan dapat mengarahkan dan melayani pengisian BBM secara cepat dan responsif, ketika armada darurat tersebut memasuki area SPBU. 

Ditekankan pula pengelola SPBU memberikan sosialisasi internal kepada seluruh operator/petugas di lapangan, sekaligus memberikan pemahaman kepada konsumen/pengantre lain mengenai prioritas keselamatan jiwa dan penanganan bencana.

"Sebenarnya isi surat edaran tersebut sudah secara lisan disampaikan kepada pengawas-pengawas SPBU,” tukas Kepala Diskopperindag Batola, Hery Sasmita, dalam kesempatan terpisah.

“Rupanya pengawas tidak meneruskan atau belum menyampaikan kepada petugas lain. Untuk selanjutnya kami berharap kejadian serupa tidak lagi terulang,” tutupnya.