Debut di Film Pirunduk, Muhammad Kholilul Rahman Akui Akting Punya Tantangan Berbeda
Usai membintangi film Pirunduk, Muhammad Kholilul Rahman ternyata menyimpan keinginan untuk tampil kembali di layar perak.
KABARKALSEL.COM, BANJARMASIN - Usai membintangi film Pirunduk, Muhammad Kholilul Rahman ternyata menyimpan keinginan untuk tampil kembali di layar perak.
Muhammad merupakan salah seorang dari sekian pelakon akting dari Kalimantan Selatan yang tampil dalam film Pirunduk. Bedanya putra sulung pasangan HM Rihan Variza dan Hj Selia Fiantri ini benar-benar awam dengan dunia akting.
Faktanya Muhammad memang lebih familiar di dunia reli. Mengusung bendera MAB Racing HRVRT yang dikelola sang ayah, pelajar MAN 2 Tapin ini menjadi pereli nasional reguler sejak 2025.
Namun demikian, Muhammad tidak berpikir panjang ketika mendapatkan tawaran bermain peran sebagai Abi dalam film Pirunduk. Kebetulan pula sang ibu menjadi salah seorang co-producer.
"Alhamdulillah semuanya lancar dan rasanya puas setelah melihat film dapat ditayangkan," ungkap Muhammad seusai gala premiere Pirunduk di Studio XXI Duta Mall Banjarmasin, Minggu (18/10/2026) malam.
"Saya hanya ingin mencoba supaya mendapat pengalaman baru. Mudahan kedepan bisa mendapatkan kesempatan bermain film lagi dan lebih lancar," sambungnya.
Kendati terbiasa menghadapi tekanan di kompetisi reli, menghidupkan karakter di depan kamera menghadirkan tantangan baru untuk Muhammad.
Tantangan kian terasa semakin besar, karena waktu belajar yang terbilang pendek. Dalam tempo tidak lebih dari sepekan, Muhammad mendapatkan beberapa materi akting, sebelum beraksi di depan kamera.
"Baik reli maupun film sama-sama membutuhkan kekuatan mental dan fokus. Bedanya reli menuntut ketahanan fisik, sedangkan seni peran membutuhkan penguasaan teknik akting," jelas Muhammad.
Sementara penulis skenario sekaligus produser Bimasakti Pictures, Budi Ismanto, mengapresiasi penampilan seluruh pelakon dari Kalimantan Selatan. Terlebih Pirunduk merupakan salah satu urban legend di Bumi Lambung Mangkurat.
"Dengan bangga kami menyebut Pirunduk menjadi film pertama di Kalsel yang diproduksi, dibintangi dan didanai orang lokal. Hampir 95 persen pemain orang lokal dan lokasi syuting semuanya di Kalsel," bangga Budi.
“Kami berharap film Pirunduk dapat diterima dengan baik oleh masyarakat, khususnya pencinta film horor, serta mampu memberikan pengalaman menonton yang berkesan,” tutupnya.



