Karhutla Kepung RSJ Sambang Lihum, 167 Pasien Dievakuasi
Sebanyak 167 pasien Rumah Sakit Jiwa (RSJ) Sambang Lihum dipindahkan ke lokasi aman, setelah fasilitas kesehatan ini dikelilingi kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla), Selasa (22/09/2026).
KABARKALSEL.COM, BANJARBARU - Sebanyak 167 pasien Rumah Sakit Jiwa (RSJ) Sambang Lihum dipindahkan ke lokasi aman, setelah fasilitas kesehatan ini dikelilingi kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla), Selasa (22/09/2026).
Setidaknya dalam sepekan terakhir, api melalap lahan gambut di sekitar lokasi. Ditambah hembusan angin yang cukup kencang, api pun mulai mendekati bangunan di Jalan Gubernur Syarkawi ini.
"Menghindari dampak asap karhutla, pasien harus dipindahkan karena kondisi sudah tidak memungkinkan," ungkap Gubernur Kalimantan Selatan, H Muhidin, seusai meninjau upaya pemadaman.
Meski pasien telah dipindahkan, upaya pemadaman masih dilakukan persone gabungan TNI, Polri, BNPB dan unsur terkait lain.
Pun posko penanganan akan disiapkan di sekitar kawasan rumah sakit, ditambah pembersihan lahan sekitar untuk mengurangi potensi kemunculan asap akibat bara maupun titik api.
RSJ Sambang Lihum sendiri memiliki luas sekitar 20 hektare. Namun 14 hektare masih merupakan area yang belum dimanfaatkan dan ditumbuhi semak belukar maupun pohon galam.
"Masih banyak titik api yang kembali muncul di sejumlah lokasi, meski sebelumnya telah dilakukan pemadaman. Lahan yang akan dibersihkan seluas sekitar 20 hektare," beber Muhidin.
Sementara Direktur RSJ Sambang Lihum, Yuddy Riswandhy Noora, menjelaskan karhutla di sekitar lokasi sudah berlangsung sepekan terakhir.
"Kemudian api semakin besar, sehingga pasien harus dievakuasi ke ruang-ruang yang masih aman untuk menghindari asap," jelas Yuddy.
Selain mengancam bangunan, kebakaran juga berdampak terhadap kondisi kesehatan pasien dan karyawan. Mengingat udara di sekitar semakin memburuk, penggunaan masker dinilai belum cukup.
"Kondisi udara sangat buruk dan masker pun tak cukup untuk melindungi, sehingga banyak yang terserang ISPA. Meski demikian pelayanan rumah sakit terus berjalan dengan menyesuaikan kondisi," jelas Yuddy.
Selain pembersihan lahan sekitar, RSJ Sambang Lihum juga menyiapkan sumber air tambahan melalui pembuatan sumur gali sebagai langkah antisipasi.
Apabila kondisi semakin memburuk, RSJ Sambang Lihum menyiapkan skenario evakuasi eksternal dengan menggandeng Dinas Sosial. Salah satu lokasi yang disiapkan adalah Aula Balai Rehabilitasi Sosial dengan daya tampung 150 orang.

