Pernah Dipecat Barito Putera, Kini Djadjang Nurdjaman Kembali Bawa Misi Baru
Seusai memecat Hendri Susilo, Barito Putera kembali mengontrak Djadjang Nurdjaman sebagai pelatih kepala hingga Pegadaian Championship 2026/2027 berakhir.
KABARKALSEL.COM, BANJARMASIN - Seusai memecat Hendri Susilo, Barito Putera kembali mengontrak Djadjang Nurdjaman sebagai pelatih kepala hingga Pegadaian Championship 2026/2027 berakhir.
Keputusan memanggil ulang pria yang biasa dipanggil Djanur tersebut diumumkan melalui siniar resmi Barito Putera, Selasa (20/10/2026) siang,
"Barito Putera kembali menunjuk Djadjang Nurdjaman sebagai head coach untuk mengarungi Pegadaian Championship 2026/2027," demikian penjelasan di siniar resmi Barito Putera.
Djajang Nurdjaman tidak datang sendiri, tetapi bersama pelatih fisik Rizki Mubarak dan Lucky Muhammad Rizky yang merupakan analis performa sepak bola.
Melalui sumber yang sama, H Hasnuryadi Sulaiman selaku CEO Barito Putera berharap pengalaman dan kompetensi Djadjang Nurdjaman mampu mengerek performa Laskar Antasari.
“Kami berharap pengalaman dan kompetensi Coach Djanur dapat membantu tim berkembang, membangun kekompakan, dan menghadapi kompetisi dengan kesiapan dan semangat yang lebih kuat," ungkap Hasnuryadi.
"Barito Putera bukan hanya tentang pertandingan, tetapi juga tentang kebersamaan dan tanggung jawab untuk masyarakat banua,” tambahnya.
Djanur sebelumnya melatih Barito Putera di paruh kedua Liga 1 2019, setelah didepak Persebaya Surabaya. Dalam waktu bersamaan, Barito sedang tidak memiliki pelatih setelah Jacksen Tiago mengundurkan diri.
Sepanjang putaran pertama Liga 1 2019, Jacksen tidak bisa membawa Laskar Antasari bersaing di papan tengah. Bahkan mereka hanya berada satu strip di atas bibir degradasi.
Setelah Djanur datang, perlahan Barito mampu menjauh dari zona degradasi. Pencapaian ini membuat Djanur mendapat kontrak jangka panjang, tepatnya mulai musim 2020 hingga 2022.
Namun setelah mengalami kekalahan 4 kali beruntun di putaran pertama Liga 1 2021/2022, tepatnya 14 Desember 2021, Barito Putera resmi mengakhiri kerja sama dengan Djajang Nurdjaman sebagai pelatih.
Dari 17 pertandingan di Liga 1 2021/2022, Rizky Rizaldi Pora cs hanya mampu memetik 4 kemenangan, 3 imbang dan 10 kekalahan.
Dikutip dari Transfermarkt, Djanur membukukan total 42 pertandingan bersama Barito Putera atau selama 842 hari dengan catatan 14 kemenangan, 10 imbang dan 18 kekalahan atau rata-rata memperoleh 1,24 poin per pertandingan.
Sementara sejak diangkat hingga dipecat Barito Putera, Djanur menangani sebanyak 51 pemain, termasuk sejumlah legiun asing seperti Cassio de Jesus, Kosuke Yamazaki, Aleksandar Rakic, Azamat Baymatov, Francisco Torres, Rafael Silva, Sackie Teah Doe, dan Danilo Sekulic.
Dari puluhan pemain tersebut, beberapa di antaranya masih bersama Barito Putera sampai sekarang. Mulai dari Bayu Pradana, Rizky Rizaldi Pora, Ferdiansyah, Aditiya Daffa, Yuswanto Aditya, dan Norhalid.
Kendati terbilang gagal bersama Barito Putera, Djajang tetap pelatih sarat prestasi. Djanur membawa Persib Bandung juara Liga Indonesia 2014, Piala Presiden 2015 dan menembus babak 16 besar AFC Cup 2015.
Selepas melatih Barito, Djajang menangani sederet klub seperti Persikabo 1973, Persela Lamongan dan Gresik United. Selanjutnya pria kelahiran Majalengka 30 Maret 1959 ini didapuk sebagai direktur teknik Persib Bandung sejak 2025, sebelum kembali digaet Barito Putera.



