Pipa Air Baku BPAM Banjarbakula Bocor, Pelanggan Intan Banjar Berpotensi Terdampak
Pasokan air bersih di Banjar dan Banjarbaru berpotensi terganggu, setelah pipa transmisi air baku milik Balai Pengelolaan Air Minum (BPAM) Banjarbakula mengalami kebocoran.
KABARKALSEL.COM, MARTAPURA – Pasokan air bersih di Banjar dan Banjarbaru berpotensi terganggu, setelah pipa transmisi air baku milik Balai Pengelolaan Air Minum (BPAM) Banjarbakula mengalami kebocoran.
Kebocoran pipa berdiameter 1.200 milimeter itu terjadi di Sungai Landas, Desa Mandikapau, Kecamatan Karang Intan, Banjar, Jumat (09/10/2026) sekitar pukul 20.20 Wita.
Untuk mengantisipasi dampak yang lebih luas, petugas langsung menghentikan operasional pompa Intake Mandikapau dan menutup sejumlah katup yang terhubung dengan jalur pipa terdampak.
Langkah darurat dilakukan untuk menghentikan aliran air menuju titik kebocoran, sekaligus mencegah kerusakan semakin parah.
BPAM Banjarbakula juga mengoperasikan intake emergency dengan kapasitas debit sekitar 120 liter per detik. Fasilitas darurat ini dioptimalkan untuk menjaga pasokan air baku selama proses perbaikan berlangsung.
"Berdasarkan kondisi lapangan dan tahapan pekerjaan yang diperlukan, proses penanganan dan perbaikan pipa diperkirakan membutuhkan waktu sekitar 5 hingga 10 hari," papar Siddiq Wahyu Pamungkas selaku Kepala BPAM Banjarbakula.
Sebagai langkah jangka panjang untuk mengurangi risiko kebocoran berulang, BPAM Banjarbakula telah mengusulkan revitalisasi pipa air baku kepada Direktorat Jenderal Sumber Daya Air.
Usulan tersebut diharapkan dapat direalisasikan dalam tahun anggaran 2027. Revitalisasi dinilai penting untuk mengatasi kerawanan kebocoran di jalur transmisi, sekaligus meningkatkan keandalan infrastruktur penyaluran air baku.
"Kami meminta maaf kepada masyarakat atas gangguan dan dampak yang ditimbulkan, serta memahami estimasi waktu perbaikan akan bergantung dengan kondisi aktual di lapangan," beber Siddiq.
"Setelah perbaikan selesai dan pipa beserta sistem transmisi dinyatakan aman untuk dioperasikan kembali, pasokan air baku diharapkan pulih secara bertahap," sambungnya.
Kebocoran pipa transmisi BPAM Banjarbakula turut berdampak terhadap pasokan air baku ke sistem pengolahan dan distribusi PTAM Intan Banjar.
Akibatnya pelanggan di sejumlah wilayah berpotensi mengalami penurunan tekanan air hingga penyetopan aliran untuk sementara waktu.
Cakupan pelayanan yang berpotensi terdampak meliputi Martapura, Banjarbaru, Landasan Ulin, Liang Anggang, Trikora, Tatah Belayung, Tatah Pelatar, Beruntung Baru, hingga Tembikar Kanan.
Direktur Utama PTAM Intan Banjar, Syaiful Anwar, menjelaskan terus berkoordinasi dengan BPAM Banjarbakula agar perbaikan dapat segera diselesaikan dan pasokan air baku kembali normal.
"Semoga penanganan dapat dipercepat, sehingga dampak gangguan terhadap pelanggan tidak berlangsung lama," harap Syaiful.
Selain mengganggu operasional sistem air baku, semburan air dari pipa yang bocor juga berdampak terhadap lingkungan di sekitar lokasi kejadian.
Terdapat tiga kolam milik warga yang terdampak. Sejumlah pohon pisang di sekitar titik kebocoran juga dilaporkan roboh akibat kejadian tersebut.



