SSC PLUT UMKM BAIMAN Diluncurkan, Jalan Produk Lokal ke Ritel Makin Terbuka

Puluhan pelaku UMKM di Barito Kuala (Batola) tampak begitu antusias mengikuti launching Smart Service Centre (SSC) PLUT UMKM BAIMAN, sekaligus kurasi produk oleh Indomaret, Senin (21/09/2026).

Sep 21, 2026 - 19:50
Sep 21, 2026 - 23:55
SSC PLUT UMKM BAIMAN Diluncurkan, Jalan Produk Lokal ke Ritel Makin Terbuka
Bupati H Bahrul Ilmi didampingi Kepala Diskopperindag Hery Sasmita memeriksa satu persatu produk UMKM Barito Kuala yang mengikuti kurasi. Foto: Istimewa

KABARKALSEL.COM, MARABAHAN - Puluhan pelaku UMKM di Barito Kuala (Batola) tampak begitu antusias mengikuti launching Smart Service Centre (SSC) PLUT UMKM BAIMAN, sekaligus kurasi produk oleh Indomaret, Senin (21/09/2026).

Launching langsung dilakukan Bupati H Bahrul Ilmi bersama Wakil Bupati H Herman Susilo, serta disaksikan sejumlah kepala Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) Pemkab Batola, dan PT Indomarco Prismatama (Indomaret) Cabang Banjarmasin.

SSC PLUT UMKM BAIMAN merupakan layanan pembinaan usaha mikro berbasis digital pertama di Bumi Selidah yang disiapkan Dinas Koperasi Perindustrian dan Perdagangan (Diskopperindag) Batola.

Secara garis besar, proyek perubahan tersebut menjadi pusat pelayanan usaha mikro, baik dari sisi kelembagaan, sumber daya manusia, produksi, pemasaran, maupun pembiayaan.

Tidak sekadar pendataan, SSC PLUT UMKM BAIMAN juga menjadi salah satu solusi naik kelas UMKM lokal yang kerap kesulitan lolos kurasi industri ritel modern, karena keterbatasan kapasitas produksi maupun pemasaran.

Terlebih perusahaan ritel seperti PT Indomarco Prismatama (Indomaret) telah membuka program kemitraan kepada UMKM Batola yang memenuhi persyaratan berupa sewa teras maupun pemasaran produk di dalam gerai.

“Kami bangga dan berterima kasih kepada Indomaret atas kesempatan yang diberikan kepada UMKM di Batola. Tentunya Pemkab Batola juga akan terus mendorong agar kualitas produk UMKM sesuai standar,” ungkap Bahrul Ilmi.

Sementara Deputy Branch Manager Administrasi PT Indomarco Prismatama (Indomaret) Cabang Banjarmasin, Mulus Agung Perbawa, menegaskan komitmen mendukung kenaikan kelas UMKM di Batola.

“Kami telah menyediakan rak khusus yang dapat menampung 25 sampai 30 produk UMKM. Dalam waktu bersamaan, kami juga berharap UMKM di Batola dapat berinovasi agar produk mereka bisa dijual di pasaran,” papar Agung.

Adapun proses kurasi diikuti sekitar 35 UMKM dari berbagai kecamatan di Bumi Selidah. Beberapa di antaranya sudah mendapat rekomendasi, sedangkan sebagian lain harus memperbaiki kualitas.

“UMKM yang belum lolos dan telah terdaftar dalam SSC PLUT UMKM BAIMAN akan terus dibina agar lolos kurasi,” tegas Kepala Diskopperindag Batola, Hery Sasmita, sekaligus penggagas SSC PLUT UMKM BAIMAN.

Pembinaan tersebut tidak hanya melalui Diskopperindag Batola, tetapi dapat dilakukan SKPD lain yang juga memiliki UMKM binaan dengan memanfaatkan SSC PLUT UMKM BAIMAN.

Hampir sepuluh tahun berusaha, Arman berusaha membawa brand Keripik Singkong Cinta Mulia memasuki gerai ritel modern. Foto: Kabar Kalsel

“Sebelumnya SKPD pembina UMKM tidak memiliki kesatuan data, sehingga pola pembinaan tidak terpadu. Kebutuhan UMKM kadang tidak sesuai peruntukan, tetapi tetap diberikan,” tukas Hery.

“Sedangkan SSC PLUT UMKM BAIMAN mengklasifikasikan UMKM yang membutuhkan bantuan sertifikasi, perizinan, pelatihan produktivitas, pemasaran atau pembiayaan. Kalau sudah terpetakan, SKPD bisa mengambil data SSC PLUT UMKM BAIMAN untuk memfokuskan pembinaan,” imbuhnya.

Dari sejumlah pelaku UMKM peserta kurasi, packaging dan pemasaran masih menjadi kendala. Salah satunya Hariyanti yang memproduksi kerupuk ikan puyau, sanggang dan gabus dari Kelurahan Lepasan di Kecamatan Bakumpai.

“Kami diberi masukan untuk memperbaiki packaging. Selain disarankan lebih tebal, packaging juga mesti diganti standing pouch agar kerupuk tahan disimpan 6 bulan,” papar Hariyanti.

Dalam tempo sepekan, Hariyanti memproduksi tiga kali. Sementara untuk sekali produksi, Hariyanti mampu menghasilkan 6 kilogram kerupuk mentah.

Dijual Rp10.000 per bungkus, lokasi pemasaran kerupuk ikan milik Hariyanti masih seputar Marabahan dan Bakumpai. Terkadang datang permintaan dari Banjarmasin dan Palangka Raya.

“Makanya kami berharap dapat lolos kurasi, karena area pemasaran masih terbatas,” beber Hariyanti yang sudah lebih 10 tahun melakoni usaha pembuatan kerupuk.

Sementara Arman dengan brand Keripik Singkong Cinta Mulia juga berharap dapat meningkatkan pemasaran setelah menjalani kurasi.

Mengambil salah satu nama jalan di Kompleks Griya Permata yang sekaligus alamat tempat tinggal Arman, Keripik Singkong Cinta Mulia sebenarnya sempat menjadi salah satu bingkisan dalam puncak perayaan Hari Jadi Batola beberapa tahun lalu.

Namun seiring perkembangan produksi sebanyak 50 kilogram per hari, metode lama tersebut sudah tidak lagi relevan. Di sisi lain, Keripik Singkong Cinta Mulia juga harus bersaing dengan brand lain.

“Sebelumnya kami cuma berjualan di rumah dan dipasarkan dari mulut ke mulut. Makanya kami mengikuti kurasi agar produk semakin dikenal melalui Indomaret,” beber Arman.

“Setelah menjalani kurasi, produk kami dinyatakan lolos karena telah dikemas dengan baik. Kalau sebelumnya hanya dibungkus plastik biasa, sekarang kami memakai standing pouch setelah dibantu Diskopperindag Batola,” tutupnya.