Sama-Sama Terpuruk, Barito Putera dan Persiba Memburu Obat Luka

Dalam kondisi sama-sama sedang terluka akibat rentetan hasil buruk, Barito Putera dan Persiba Balikpapan akan berhadapan di Stadion 17 Mei Banjarmasin, Sabtu (10/10/2026).

Oct 10, 2026 - 02:23
Oct 10, 2026 - 02:23
Sama-Sama Terpuruk, Barito Putera dan Persiba Memburu Obat Luka
Barito Putera ditangani caretaker pelatih Frans Sinatra Huwae untuk menjamu Persiba Balikpapan di Stadion 17 Mei Banjarmasin. Foto: Barito Putera Official

KABARKALSEL.COM, BANJARMASIN - Dalam kondisi sama-sama sedang terluka akibat rentetan hasil buruk, Barito Putera dan Persiba Balikpapan akan berhadapan di Stadion 17 Mei Banjarmasin, Sabtu (10/10/2026).

Barito Putera sudah tidak merasakan dalam 3 pertandingan terakhir di Pegadaian Championship 2026/2027. Mereka teralhir dipermalukan Persela Lamongan di kandang sendiri dengan skor 0-1.

Tidak sekadar kekalahan, karena hasil minor itu juga membuat Laskar Antasari memutuskan mengakhiri kerja sama dengan pelatih Hendri Susilo. 

Dalam waktu yang terbilang sempit, Barito kemudian menempatkan Frans Sinatra Huwae menjadi pelatih sementara, sekaligus merangkap sebagai direktur teknis.

Frans pun dibebani memperbaiki sejumlah kekurangan teknis, sekaligus mengembalikan semangat bertanding Rizky Rizaldi Pora cs.

"Kami tidak melihat kebelakang, tapi menatap kedepan. Namun kami berterima kasih atas kontribusi pelatih sebelumnya. Kami bertekad bahwa semangat juang, kebersamaan, dan kekompakan harus ditingkatkan," ungkap Frans.

“Kelemahan dari pertandingan sebelumnya juga sudah dievaluasi. Semua pemain siap berusaha memberikan yang terbaik dan mengejar kemenangan," imbuhnya.

Dari 4 pertandingan berlalu, Barito Putera sudah menelan 2 kekalahan. Sebelumnya Laskar Antasari mengawali kompetisi dengan kemenangan 3-2 atas Persipura Jayapura, sebelum takluk 1-3 dari Deltras FC dan diimbangi Kendal Tornado FC 2-2.

Dengan hanya mengoleksi 4 poin, Barito Putera tertahan di peringkat keenam. Mereka berjarak 8 poin dari Deltras FC yang memuncaki klasemen sementara Grup B. 

Sementara kondisi Persiba Balikpapan jauh lebih buruk, karena selalu menelan kekalahan dalam 4 pertandingan. Beruang Madu juga hanya mampu mencetak 2 gol dan kebobolan 7 gol.

Padahal skuat asuhan Sudirman itu sudah mengalami pengurangan 4 poin, karena tidak mampu memenuhi kriteria wajib dalam proses lisensi klub, masalah finansial dan administrasi.

“Kami selalu melakukan evaluasi. Bahkan sejak pertandingan pembuka, kami selalu mengevaluasi permainan. Namun yang terpenting sekarang adalah mental pemain, karena sederet kekalahan beruntun sedikit menekan mereka,” jelas Sudirman.

“Sebelumnya Barito juga mengalami kekalahan dan melakukan pergantian pelatih yang bisa bernilai negatif atau positif. Mudahan saja berdampak negatif, sehingga kami bisa memanfaatkan," tukasnya.

Berkaca dari rekor head to head, Barito Putera mampu meraih 6 kemenangan dari 11 pertemuan melawan Persiba. Adapun Persiba hanya mampu meraih 2 kemenangan dan 3 pertemuan lain berakhir imbang. 

“Barito Putera bukan lawan mudah. Mereka sudah matang dan banyak memiliki pemain berpengalaman bermain di Liga 1. Akan tetapi keunggulan lawan bukan menjadi alasan kami untuk tidak fight," tegas Sudirman.