Benahi SOP Fasilitasi Kegiatan DPRD, Sekwan Batola Dorong ISO PRO

Integrasi Standar Operasional Prosedur (ISO PRO) mulai didorong di Sekretariat DPRD Barito Kuala (Batola) untuk membenahi alur kerja dan memperjelas pembagian tugas dalam memfasilitasi kegiatan kedewanan.

Sep 29, 2026 - 15:25
Oct 4, 2026 - 10:25
Benahi SOP Fasilitasi Kegiatan DPRD, Sekwan Batola Dorong ISO PRO
Sekretaris DPRD Batola, Muhammad Haris Isroyani, Integrasi Standar Operasional Prosedur (ISO PRO) kepada pegawai Sekretariat DPRD Batola dan stakeholder terkait, Selasa (29/09/2026). Foto: Istimewa

KABARKALSEL.COM, MARABAHAN - Integrasi Standar Operasional Prosedur (ISO PRO) mulai didorong di Sekretariat DPRD Barito Kuala (Batola) untuk membenahi alur kerja dan memperjelas pembagian tugas dalam memfasilitasi kegiatan kedewanan.

Langkah tersebut menjadi bagian dari proyek perubahan yang digagas Sekretaris DPRD Batola, Muhammad Haris Isroyani, dalam Pelatihan Kepemimpinan Nasional Tingkat II Angkatan XVIII Tahun 2026. 

Melalui ISO PRO, Haris mendorong agar pekerjaan di lingkungan Sekretariat DPRD tidak berjalan sendiri-sendiri antarbagian.

Selanjutnya sosialisasi integrasi SOP dilakukan dengan melibatkan pegawai Sekretariat DPRD Batola dan stakeholder terkait, Kamis dan Selasa (24-29/09/2026).

Kehadiran stakeholder terkait menjadi bagian penting dalam menyamakan pemahaman, sekaligus memberikan masukan terhadap proses integrasi SOP yang akan diterapkan dalam mendukung fasilitasi kegiatan kedewanan.

Sosialisasi dilaksanakan untuk memberikan pemahaman kepada pegawai mengenai alur layanan, pembagian tugas, serta kebutuhan dokumen dalam mendukung pelaksanaan kegiatan DPRD. 

Melalui kegiatan tersebut, peserta memperoleh penjelasan mengenai urutan proses layanan maupun tanggung jawab masing-masing bagian agar pelaksanaan pekerjaan dapat berjalan secara lebih terarah dan terkoordinasi.

Mereka juga diberikan pemahaman mengenai dokumen yang perlu disiapkan dan diteruskan, ketika proses pekerjaan berpindah dari satu bagian ke bagian lain. 

Peserta kemudian mencocokkan tahapan yang terdapat dalam draf SOP dengan proses pekerjaan yang biasanya dilaksanakan dalam kegiatan sehari-hari.

Melalui ISO PRO, Muhammad Haris Isroyani mendorong agar pekerjaan di lingkungan Sekretariat DPRD tidak berjalan sendiri-sendiri antarbagian. Foto: Istimewa

Selain penyampaian materi, kegiatan juga menjadi ruang peserta untuk menyampaikan pertanyaan, masukan, dan tanggapan terhadap prosedur yang masih perlu disesuaikan. 

Berbagai masukan kemudian sebagai bahan penyempurnaan agar SOP yang akan diterapkan dapat lebih mudah dipahami dan digunakan dalam mendukung fasilitasi kegiatan DPRD.

Hasil sosialisasi menunjukkan bahwa pegawai dan stakeholder terkait memperoleh pemahaman bersama mengenai alur layanan, pembagian tugas, serta kebutuhan dokumen dalam integrasi SOP. 

Pemahaman tersebut menjadi bekal penting sebelum SOP diterapkan dalam pelaksanaan layanan di lingkungan Sekretariat DPRD Batola.

Adapun salah satu implementasi dari proyek perubahan tersebut berupa penguatan dan optimalisasi publikasi berita sebagai media informasi dan dokumentasi kegiatan kedewanan.

Melalui ISO PRO, proses publikasi berita diarahkan untuk memiliki standar operasional yang lebih terintegrasi. Mulai dari pengumpulan bahan dan dokumentasi, penyusunan berita, verifikasi informasi, penyuntingan, hingga proses publikasi.

Penerapan standar tersebut diharapkan dapat memberikan kepastian dalam setiap tahapan publikasi, sehingga informasi mengenai kegiatan seluruh pihak dalam lingkup DPRD Batola dapat disajikan secara lebih terstruktur, akurat, lengkap, dan mudah diakses masyarakat.

"Implementasi ISO PRO tidak hanya menghasilkan dokumen SOP, tetapi juga membangun kesamaan pemahaman dan pola kerja antarpegawai serta stakeholder terkait," ungkap Haris.

"Diharapkan proses fasilitasi kegiatan kedewanan dapat berjalan lebih terintegrasi, terarah, dan efektif," tutupnya.