Antisipasi Lonjakan Harga Akhir Tahun, Pemprov Kalsel Gelar Sebulan Pasar Murah
Mengantisipasi lonjakan harga bahan pokok menjelang akhir tahun, khususnya Natal 2025 dan Tahun Baru 2026, Pemprov Kalimantan Selatan menggelar pasar murah selama sebulan penuh.
KABARKALSEL.COM, BANJARBARU - Mengantisipasi lonjakan harga bahan pokok menjelang akhir tahun, khususnya Natal 2025 dan Tahun Baru 2026, Pemprov Kalimantan Selatan menggelar pasar murah selama sebulan penuh.
Setidaknya dalam sepekan terakhir, harga sejumlah komoditas mengalami kenaikan. Salah satunya bawang merah yang mengalami kenaikan hingga Rp37.962 dari sebelumnya Rp30.000 per kilogram.
"Bahkan di Tanah Laut, Banjarbaru dan Hulu Sungai Selatan, harga bawang merah sudah menembus Rp40.000 per kilogram,” papar Kepala Dinas Perdagangan Kalsel, Ahmad Bagiawan, Selasa (04/11/2025).
Selain bawang merah, sejumlah komoditas lain juga mengalami kenaikan di antaranya bawang putih yang rata-rata Rp33.000 per kilogram. Demikian pula harga telur dan daging ayam.
"Namun untuk bahan pokok lain seperti beras premium maupun medium, stok masih aman karena terbantu dengan produksi lokal," tegas Bagiawan.
"Adapun kenaikan masih dalam batas wajar seperti harga bawang merah di Banjarmasin yang naik sekitar Rp3.000 dalam seminggu. Tentunya kami juga terus melakukan pemantauan agar tidak melonjak lebih jauh,” tambahnya.
Sebagai langkah antisipatif, Gubernur H Muhidin telah menginstruksikan Dinas Perdagangan Kalsel untuk menggelar operasi pasar selama sebulan penuh.
“Atas instruksi Gubernur Kalsel, operasi pasar dimulai 4 November hingga 4 Desember 2025 di seluruh kabupaten/kota," beber Bagiawan.
Dalam operasi pasar, harga dipatok berbeda dengan di pasar. Seperti gula pasir seharga Rp16.000 per kilogram dan minyak goreng Rp15.700 per liter. Namun pembelian akan dibatasi agar penyebaran barang lebih merata.
“Pembelian dibatasi dan masyarakat tidak boleh memborong. Misalnya gula atau minyak goreng maksimal hanya bisa dibeli 1 sampai 2 kilogram. Diharapkan masyarakat lain juga bisa menikmati harga distributor,” tegas Bagiawan.
Seiring penyelenggaraan pasar murah yang kian masif, masyarakat pun diimbau agar tidak panik dan melakukan aksi borong.
“Kami memahami peningkatan kebutuhan, seiring pelaksanaan kegiatan sosial seperti Makan Bergizi Gratis (MBG). Namun masyarakat jangan panik dan melakukan aksi borong, karena ini akan membuat harga semakin naik,” tutup Bagiawan.