Pertamina Jamin Keamanan Stok BBM di Kalimantan, Warga Diminta Tak Panic Buying

Pertamina melalui PT Pertamina Patra Niaga memastikan pasokan bahan bakar minyak (BBM) di Kalimantan dalam kondisi aman dan terkendali.

Maret 12, 2026 - 19:39
Maret 13, 2026 - 00:27
Pertamina Jamin Keamanan Stok BBM di Kalimantan, Warga Diminta Tak Panic Buying
Salah satu Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) masih dalam stok normal BBM di Banjarmasin beberapa waktu lalu. Foto: Antara

KABARKALSEL.COM, BANJARMASIN - Pertamina melalui PT Pertamina Patra Niaga memastikan pasokan bahan bakar minyak (BBM) di Kalimantan dalam kondisi aman dan terkendali. 

Jaminan tersebut berkaitan dengan eskalasi di Timur Tengah yang dikhawatirkan bakal melambungkan harga minyak, sekaligus keterbatasan stok di negara pengimpor.

"Pertamina terus memantau distribusi BBM secara berkala guna memastikan kelancaran penyaluran energi ke berbagai daerah di Kalimantan," papar Area Manager Communication Relations and CSR Regional Kalimantan, Edi Mangun, dikutip dari Antara, Kamis (12/03/2026).

“Kami mengimbau masyarakat untuk tetap tenang dan membeli BBM sesuai kebutuhan. Pembelian berlebihan dapat mengganggu kelancaran distribusi yang sudah berjalan normal,” imbuhnya.

Perilaku panic buying atau pembelian BBM secara berlebihan, diyakini berpotensi mengganggu distribusi energi yang sebenarnya berjalan normal.

“Dengan penggunaan yang bijak, distribusi energi dapat terus terjaga sehingga seluruh masyarakat tetap mendapatkan akses BBM,” tambah Edi.

Pertamina Patra Niaga juga memastikan akan terus menjaga ketersediaan energi untuk masyarakat, dunia usaha, serta mendukung aktivitas perekonomian nasional.

Adapun secara nasional, Pertamina Patra Niaga mengelola stok operasional BBM sekitar 21 hari sebagai bagian dari sistem logistik energi nasional.

“Stok sekitar 21 hari yang dikelola Pertamina Patra Niaga merupakan stok BBM yang secara normal selalu dijaga dalam sistem logistik energi nasional,” imbuh Roberth MV Dumatubun, Corporate Secretary Pertamina Patra Niaga.

Pengelolaan rantai pasok energi dilakukan secara terintegrasi mulai dari pengadaan minyak mentah, pengolahan di kilang, proses transportasi hingga distribusi ke berbagai wilayah.

"Stok tersebut terus diperbarui melalui produksi dari kilang domestik maupun pengadaan impor yang telah direncanakan jauh hari sebelumnya," sambung Roberth.

"Pertamina Patra Niaga juga terus memantau perkembangan situasi global, termasuk dinamika geopolitik di Timur Tengah yang berpotensi memengaruhi pasokan energi dunia," tutupnya.