Program Spobnas 2026 Direvisi, Dispora Kalsel Ubah Posisi Pencak Silat
Penyesuaian kebijakan dilakukan Dinas Kepemudaan dan Olahraga (Dispora) Kalimantan Selatan dalam pembibitan olahraga pelajar sepanjang 2026.
KABARKALSEL.COM, BANJARMASIN – Penyesuaian kebijakan dilakukan Dinas Kepemudaan dan Olahraga (Dispora) Kalimantan Selatan dalam pembibitan olahraga pelajar sepanjang 2026.
Awalnya kuota atlet Sentra Pembinaan Olahragawan Berbakat Nasional (Spobnas) yang bersumber dari anggaran Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) berjumlah 7 orang. Komposisi ini terdiri dari 2 atlet angkat besi, 2 atlet dayung, dan 3 atlet pencak silat.
Namun setelah evaluasi di akhir 2025 yang melibatkan Dispora Kalsel dan Kemenpora, terdapat perubahan aturan dalam komposisi cabang olahraga. Dalam kebijakan terbaru, setiap cabang olahraga minimal harus diisi 3 atlet.
"Perubahan tersebut akhirnya berdampak kepada komposisi atlet," papar Kepala Dispora Kalsel Pebriadin Hapiz, melalui Kasi Pengelolaan Olahraga Pendidikan dan Sentra Olahraga, Asfia Urrahman, Senin (09/03/2026).
“Setelah berkoordinasi dengan atasan, internal, dan pusat, serta mempertimbangkan kualitas atlet, prestasi, dan kondisi fisik, kami memutuskan pencak silat tidak lagi masuk Spobnas,” sambungnya.
Meski tak lagi masuk Spobnas, pembinaan atlet pencak silat dilanjutkan melalui Sentra Pembinaan Olahragawan Berbakat Daerah (Spobda).
"Adapun setelah dilakukan revisi, komposisi Spobnas menjadi 3 atlet angkat besi dan 4 atlet dayung. Total ditambah 3 atlet dibanding komposisi awal,” jelas Asfia.
Terkait proses penjaringan atlet, seleksi telah digelar Februari 2026. Dari 12 atlet yang mengikuti seleksi, hanya 4 atlet yang lolos ke tahap lanjutan.
Selanjutnya hanya masing-masing 1 atlet dinyatakan lulus. Sementara atlet lain belum memenuhi sejumlah kriteria yang ditetapkan, terutama persyaratan fisik seperti tinggi badan.
“Terkait kekurangan atlet dayung, kami akan melaksanakan seleksi ulang guna memenuhi kuota pembinaan,” tutup Asfia.