Solusi Pedagang Marabahan Batola, Pasar Wadai Digelar di Area Parkir Kubah Datu Abdusshamad

Seperti tahun-tahun sebelumnya, masyarakat Marabahan dan sekitarnya tidak perlu pusing mencari santapan berbuka puasa maupun sahur selama Ramadan 1447 Hijriah, karena semuanya akan tersedia di satu lokasi.

Feb 17, 2026 - 23:45
Feb 17, 2026 - 23:56
Solusi Pedagang Marabahan Batola, Pasar Wadai Digelar di Area Parkir Kubah Datu Abdusshamad
Area parkir Kubah Datu Bakumpai yang akan dijadikan pasar wadai untuk warga Marabahan dan sekitarnya selama Ramadan 1447 Hijriah. Foto: Google Maps

KABARKALSEL.COM, MARABAHAN - Seperti tahun-tahun sebelumnya, masyarakat Marabahan dan sekitarnya tidak perlu pusing mencari santapan berbuka puasa maupun sahur selama Ramadan 1447 Hijriah, karena semuanya akan tersedia di satu lokasi.

Kawasan yang kerap disebut pasar wadai itu akan berlokasi di area parkir Kubah Datu H Abdusshamad Bakumpai di Jalan Veteran, Kelurahan Marabahan Kota, Kecamatan Marabahan.

Adapun pasar wadai tersebut diinisiasi ulama kharismatik Al Alimul Fadhil KH Asqalani bin Alimul Fadhil Qadhi HM Basiyuni bin Alimul Fadhil H Abu Thalhah bin Alimul Allamah Qadhi H Abdusshamad bin Alimul Allamah Mufti H Jamaluddin bin Maulana Syekh Muhammad Arsyad Al-Banjari atau biasa dikenal dengan nama Kai Iwat. 

Memang tidak seperti tahun-tahun sebelumnya, Pemkab Barito Kuala (Batola) meniadakan pasar wadai di Marabahan yang notabene ibu kota kabupaten. Khusus Ramadan 1447 Hijriah, pasar wadai dipusatkan di Taman Jembatan Barito.

Lantas atas dorongan para pedagang di Marabahan dan sekitarnya, Kai Iwat menyetujui halaman parkir Kubah Datu Abdussamad menjadi lokasi pasar wadai selama satu bulan penuh.

“Awalnya banyak pedagang yang mengeluh kepada beliau (Kai Iwat), karena tidak memiliki tempat berjualan selama bulan puasa. Di sisi lain, mereka juga enggan ke Taman Jembatan Barito karena jauh," papar Ketua Relawan Kubah Datu Bakumpai, Syam'ani, Senin (17/02/2026).

"Akhirnya Kai Iwat setuju menyediakan tempat berjualan. Kebetulan hampir setiap sore bulan puasa, beliau juga sering berbelanja di pasar wadai," sambungnya.

Semula pedagang diminta membawa payung, meja dan kursi sendiri, serta berkomitmen menjaga kebersihan. Namun setelah rapat, pedagang meminta disediakan tenda lantaran payung kurang memadai untuk berlindung dari hujan.

"Didapat tenda dengan biaya sewa selama sebulan sebesar Rp1,5 juta. Oleh karena sebuah tenda dapat memuat 6 enam lapak, artinya setiap pedagang masing-masing membayar Rp250 ribu," beber Syam'ani.

"Alhamdulillah kami memiliki rekanan yang kemudian bersedia memberikan diskon Rp50 ribu per tenda. Dengan demikian, setiap pedagang hanya membayar sewa sebulan sebesar Rp200 ribu," sambungnya.

Hingga H-1 bulan puasa, sudah 36 pedagang yang mendaftarkan diri. Mengingat luasan halaman parkir, diperkirakan dapat ditampung 45 hingga 50 pedagang atau 8 tenda. 

“InsyaAllah kami juga mengondisikan tempat parkir. Sesuai permintaan Polres Batola, kendaraan pengunjung tidak diperbolehkan sampai ke badan jalan,” tutup Syam'ani.