Disdikbud Kalsel Gelar Simulasi TKA, Uji Kesiapan Sekolah dan Infrastruktur

Pemprov Kalimantan Selatan melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) sedang bersiap menyelenggarakan Tes Kompetensi Akademik (TKA) SMA, SMK, SLB-C, Madrasah Aliyah (MA), hingga Sekolah Kesetaraan.

Oct 6, 2025 - 16:12
Oct 11, 2025 - 00:14
Disdikbud Kalsel Gelar Simulasi TKA, Uji Kesiapan Sekolah dan Infrastruktur
Kepala Disdikbud Kalsel, Galuh Tantri Narindra, menjelaskan tentang kesiapan pelaksanaan simulasi TKA. Foto: MC Kalsel

KABARKALSEL.COM, BANJARBARU – Pemprov Kalimantan Selatan melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) sedang bersiap menyelenggarakan Tes Kompetensi Akademik (TKA) SMA, SMK, SLB-C, Madrasah Aliyah (MA), hingga Sekolah Kesetaraan.

TKA merupakan tindak lanjut dari kebijakan baru Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) yang diberlakukan secara nasional mulai tahun ajaran 2026.

"Sekarang sekitar 85 persen sekolah dari seluruh jenjang SMA, SMK, dan SLB-C sudah mendaftar untuk mengikuti TKA," jelas Kepala Disdikbud Kalsel, Galuh Tantri Narindra, Senin (06/10/2025).

"Oleh karena menjadi tahun pertama pelaksanaan, kami berharap orang tua turut membantu anak-anak mempersiapkan diri,” sambungnya.

Meski TKA belum menjadi kewajiban, tes tersebut memiliki nilai strategis sebagai tolok ukur kemampuan akademik siswa. Juga dapat digunakan untuk berbagai keperluan pendidikan dimasa depan.

“TKA bisa menjadi bahan pembanding antara nilai rapor dan hasil tes. Bahkan kedepan hasil TKA berpotensi menjadi syarat untuk beasiswa, seleksi perguruan tinggi, atau bahkan melamar pekerjaan,” jelas Galuh.

Disdikbud Kalsel telah menyiapkan segala aspek teknis menjelang pelaksanaan TKA nasional yang dijadwalkan awal November 2025. 

Sebelum pelaksanaan resmi, akan digelar simulasi TKA yang dijadwalkan 6 hingga 12 Oktober 2025 untuk memastikan kesiapan sekolah dan peserta.

Disdikbud Kalsel juga membentuk tim monitoring dan evaluasi untuk memastikan pelaksanaan TKA berjalan sesuai standar nasional.

"Simulasi mengujikan matematika, Bahasa Indonesia, dan Bahasa Inggris sebagai tiga mata pelajaran wajib, serta dua mata pelajaran pilihan sesuai minat siswa," tambah Dedy Hidayat, Kepala Bidang SMA Disdikbud Kalsel. 

“Simulasi sendiri difokuskan kepada aspek pelaksanaan dan kesiapan infrastruktur. Sedangkan soal disiapkan langsung oleh Kemendikdasmen dan pengawasan akan dilakukan secara online,” imbuhnya.