Ketika Lokasi Perayaan Hari Jadi ke-66 Batola Menjadi Perdebatan Publik

Pemindahan lokasi perayaan Hari Jadi ke-66 Barito Kuala (Batola) dari Lapangan 5 Desember di Marabahan ke Lapangan Jembatan Barito di Kecamatan Alalak, memicu diskusi hangat masyarakat di media sosial.

Dec 6, 2025 - 03:41
Dec 6, 2025 - 16:14
Ketika Lokasi Perayaan Hari Jadi ke-66 Batola Menjadi Perdebatan Publik
Sejumlah gazebo dan bangunan lain milik Pemkab Barito Kuala di bawah Jembatan Barito telah rata dengan tanah. Setelah menjadi venue hari jadi Batola, lokasi ini akan ditata ulang Dinas Pariwisata Kalsel. Foto: Istimewa

KABARKALSEL.COM, MARABAHAN - Pemindahan lokasi perayaan Hari Jadi ke-66 Barito Kuala (Batola) dari Lapangan 5 Desember di Marabahan ke Lapangan Jembatan Barito di Kecamatan Alalak, memicu diskusi hangat masyarakat di media sosial. 

Beberapa di antaranya merasa kehilangan kemudahan, karena acara tidak lagi dipusatkan di Marabahan sebagai ibu kota kabupaten. 

Terlebih sebelumnya seluruh rangkaian hari jadi berpusat di Marabahan. Pun di daerah lain, kegiatan serupa selalu berlangsung di ibu kota.

Tentunya dibutuhkan waktu, biaya dan tenaga tambahan, khususnya warga yang berdomisili di Marabahan, Tabukan, Kuripan, Bakumpai, Cerbon, dan Barambai.

Hal lain yang dikhawatirkan adalah Marabahan tetap sunyi dan kehilangan semarak hari jadi. Kemudian aktivitas ekonomi juga berkurang karena pedagang yang biasa menggantungkan pendapatan selama event, sudah merasa kehilangan kesempatan.

"Hanyar ini menamui HUT Batola diadakan di kecamatan. Amun hari jadi Kalsel pang, kawalah dipindah acaranya ke Batola karena Batola bagian Kalsel jua?" tanya seorang warga dengan akun media sosial Ana***.

Beberapa warga pun menduga bahwa keputusan tersebut berhubungan dengan Bupati H Bahrul Ilmi yang lahir di Kecamatan Alalak.  

"Maksud dan tujuan bupati itu bujur aja dipindah ke sana, supaya anak bininya segala keluarga sidin di sana parak hendak melihat acara," timpal akun Adit***.

Beberapa warga juga mengingatkan bahwa Pemkab Batola sekarang lebih mementingkan kegiatan seremonial di tengah efesiensi anggaran. 

Faktanya pengurukan ulang Lapangan Jembatan Barito membutuhkan anggaran tidak sedikit. Demikian pula penyewaan tenda dan pendukung lain. Sementara dalam waktu bersamaan, masih banyak kebutuhan yang mendesak untuk diselesaikan.

"Baik duitnya sagin mabaiki jalan supaya capat tarasai barataan.  Ramai (kegiatan hari jadi) paling lawas 15 hari. Mun jalan nyata setahun dulu nyaman," tambah warga yang lain.

Namun tidak sedikit pula warga yang menilai pemindahan lokasi kegiatan sebagai kewajaran, karena Alalak merupakan bagian dari Batola. Demikian pula kecamatan lain yang jauh dari Marabahan seperti Tabunganen, Tamban, Anjir Muara dan Anjir Pasar.

Pun pemindahan lokasi kegiatan ke Jembatan Barito dinilai akan menghadirkan kemeriahan lintas wilayah, sekaligus pemerataan kegiatan ekonomi masyarakat.

"Kaitu jua perasaan urang nang jauh dari Marabahan. Ini hari jadi Barito Kuala, lain hari jadi Marabahan. Jadi di manakah acaranya asal masih wilayah Barito Kuala sah-sah haja," tulis akun Jud***.

"Pas haja mun di Lapangan Jembatan Barito. Kami orang Anjir ne rancak sudah ke Marabahan bila acara. Bagantian pulang," timpal akun Adi***.

Sementara dalam kesempatan terpisah, Sekretaris Daerah Kabupaten (Sekdakab) Batola, H Zulkipli Yadi Noor, menjelaskan pemindahan lokasi kegiatan ke Lapangan Jembatan Barito sudah lama dipertimbangkan.

"Pertimbangan utama adalah Jembatan Barito dianggap berada di tengah-tengah dan yang diperingati pun hari jadi Batola. Sebelumnya puncak hari jadi selalu digelar di Marabahan, sehingga tidak semua kecamatan bisa mengakses," jawab Zulkipli, Jumat (05/12/2025).

"Tidak hanya lokasi, konsep puncak hari jadi pun akan diubah. Kalau sebelumnya para tamu hanya kalangan pejabat daerah, sekarang masyarakat yang diundang untuk bersama-sama merayakan hari jadi," tambahnya.

Rangkaian Hari Jadi ke-66 Batola di Lapangan Jembatan Barito diawali Batola Berselawat Bersama Habib Syech Bin Abdul Qadir Assegaf, Kamis (18/12/2025) malam. Sedangkan puncak hari jadi dilaksanakan, Minggu (04/01/2026).

"InsyaAllah event pasar rakyat akan dilaksanakan di Marabahan. Kami tetap memperhatikan Marabahan sebagai ibu kota kabupaten," tegas Zulkipli.

Adapun pengurukan ulang Lapangan Jembatan Barito yang diawali pembongkaran enam gazebo dan satu rumah etalase, disebabkan permintaan Dinas Pariwisata (Dispar) Kalimantan Selatan. 

Diketahui bangunan yang dibongkar tercatat sebagai milik Pemkab Batola, tetapi berdiri di atas lahan aset Pemprov Kalsel. Direncanakan setelah event hari jadi Batola, Dispar Kalsel menata ulang kawasan wisata di bawah Jembatan Barito ini. 

"Sebelumnya kami telah mengundang Pemkab Batola dan meminta bangunan tersebut dihapuskan dari aset mereka," papar Kepala Dispar Kalsel, Iwan Fitriadi, Sabtu (22/11/2025) lalu.

"Pengembangan kawasan tersebut merupakan rencana besar. Semoga bisa menjadi magnet baru dan menambah daya tarik pariwisata Kalsel di kancah nasional," tutupnya.