Peningkatan Kualitas Hunian di Kotabaru, Disperkim Kalsel Lakukan Evaluasi Lapangan

Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman (Disperkim) Kalimantan Selatan memonitoring dan mengevaluasi langsung program peningkatan kualitas Rumah Tidak Layak Huni (RTLH), serta penyediaan Prasarana Sarana dan Utilitas Umum (PSU) di Desa Rampa, Kotabaru.

Oct 10, 2025 - 11:47
Oct 12, 2025 - 00:48
Peningkatan Kualitas Hunian di Kotabaru, Disperkim Kalsel Lakukan Evaluasi Lapangan
Kepala Disperkim Kalsel, Mursyidah Aminy, memimpin langsung kunjungan lapangan pelaksanaan program RTLH dan PSU di Desa Rampa, Kotabaru. Foto: MC Kalsel

KABARKALSEL.COM, KOTABARU - Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman (Disperkim) Kalimantan Selatan memonitoring dan mengevaluasi langsung program peningkatan kualitas Rumah Tidak Layak Huni (RTLH), serta penyediaan Prasarana Sarana dan Utilitas Umum (PSU) di Desa Rampa, Kotabaru.

Kegiatan tersebut merupakan bentuk komitmen Pemprov Kalimantan Selatan dalam memastikan proyek berjalan tepat waktu, tepat sasaran, dan berdampak positif nyata untuk kesejahteraan masyarakat.

Kepala Disperkim Kalsel, Mursyidah Aminy, memimpin langsung kunjungan lapangan didampingi Kepala Dinas Perkimtan Kotabaru, H Akhmad Junaidi, berserta sejumlah jajaran.

Monitoring ini menitikberatkan kepada progres konstruksi PSU dan perbaikan RTLH yang terdampak bencana kebakaran beberapa waktu lalu. 

Upaya tersebut menjadi bagian dari strategi pemerintah dalam mengurangi kemiskinan dan meningkatkan kualitas lingkungan permukiman di daerah.

“Rangkaian program tersebut tidak hanya memperbaiki fisik rumah, tetapi juga meningkatkan kualitas hidup warga melalui hunian yang lebih sehat, aman, dan nyaman,” papar Mursyidah, Jumat (10/10/2025).

Selanjutnya Disperkim Kalsel terus melakukan evaluasi berkala dan melibatkan masyarakat agar seluruh program pembangunan dapat berjalan optimal dan berkelanjutan.

“Dengan sinergi lintas sektor, kami optimistis seluruh program membawa manfaat jangka panjang bagi masyarakat, sekaligus memperkuat ketahanan sosial dan ekonomi di wilayah terdampak,” tutup Mursyidah.