Sedot Anggaran Ratusan Miliar, Manfaat Bendungan Tapin Belum Dinikmati Masyarakat
Dibangun dengan anggaran Rp986 miliar, Bendungan Tapin di Kecamatan Piani, Tapin, dinilai belum memberikan manfaat nyata untuk masyarakat sekitar.
KABARKALSEL.COM, RANTAU - Dibangun dengan anggaran Rp986 miliar, Bendungan Tapin di Kecamatan Piani, Tapin, dinilai belum memberikan manfaat nyata untuk masyarakat sekitar.
Dibangun sejak 2015 oleh Balai Wilayah Sungai (BWS) Kalimantan II melalui kontraktor PT Brantas Abipraya dan PT Waskita Karya, Bendungan Tapin diresmikan 18 Februari 2021 oleh Presiden Joko Widodo.
Bendungan Tapin berkapasitas 56,7 juta meter kubik air diklaim berperan penting dalam pengendalian banjir, juga memperkuat ketahanan pangan.
Penyebabnya bendungan bertipe timbunan batu zona inti tegak ini menyediakan irigasi untuk 5.472 hektare, dan menyediakan air baku 0,50 meter kubik per detik, dan menghasilkan tenaga listrik 3,3 megawatt.
Namun beberapa tahun setelah diresmikan, masyarakat setempat masih menunggu realisasi fungsi bendungan sesuai rencana awal, mulai dari penyediaan air bersih, pengairan pertanian, penerangan jalan, hingga pengembangan pariwisata.
“Ternyata sampai sekarang belum diketahui perkembangan selanjutnya. Padahal masyarakat sangat berharap dengan manfaat Bendungan Tapin," papar Ketua Komisi I DPRD Tapin, Rustan Nawawi, dikutip dari Antara, Rabu (17/09/2025).
"Masyarakat Piani dan Tapin umumnya bertanya-tanya tentang langkah-langkah selanjutnya. Kami minta bendungan cepat dimanfaatkan untuk kebaikan masyarakat,” tegasnya.
Selain belum difungsikan maksimal, akses jalan menuju Bendungan Tapin mengalami kerusakan parah.
“Jalan dari Desa Miawa ke Desa Batu Ampar sudah hancur. Orang dari Rantau akan berpikir ulang mendatangi bendungan, karena jalan rusak,” tukas Rustan.