31 Jam Berjuang, SAR Gabungan Merampungkan Evakuasi 8 Korban Kecelakaan Helikopter di Tanbu
Selama kurang lebih 31 jam, SAR gabungan merampungkan evakuasi seluruh korban kecelakaan helikopter EastIndo Air di kawasan hutan Desa Emil Baru, Kecamatan Mantewe, Tanah Bumbu (Tanbu).
KABARKALSEL.COM, BATULICIN - Selama kurang lebih 31 jam, SAR gabungan merampungkan evakuasi seluruh korban kecelakaan helikopter EastIndo Air di kawasan hutan Desa Emil Baru, Kecamatan Mantewe, Tanah Bumbu (Tanbu).
Evakuasi dimulai sekitar pukul 21.50 Wita, atau beberapa jam setelah bangkai badan helikopter ditemukan di ketinggian sekitar 670 meter di atas permukaan laut dan berjarak 3,51 kilometer dari Air Terjun Mandin Damar, Rabu (03/09/2025).
Adapun proses evakuasi sepenuhnya menggunakan jalur darat, mengingat cuaca di lokasi terus memburuk dan menjadi kendala terbesar untuk evakuasi melalui udara.
“Alhamdulillah seluruh jasad berhasil dievakuasi, meskipun beberapa di antaranya sudah tidak utuh lagi," jelas Direktur Operasi Basarnas, Laksamana Pertama TNI Yudhi Bramantyo, dikutip dari Antara, Kamis (04/09/2025) malam.
Baca Juga:
8 Jenazah Korban Kecelakaan Helikopter EastIndo Dievakuasi ke RS Bhayangkara Banjarmasin
Dipastikan Jatuh di Mantewe Tanbu, Badan Helikopter EastIndo Berhasil Ditemukan
Selanjutnya kedelapan jasad kemudian diangkut menggunakan lima ambulans sekitar pukul 22.30 Wita menuju RS Bhayangkara Polda Kalimantan Selatan di Banjarmasin.
Hingga sekarang penyebab pasti kecelakaan helikopter masih menunggu hasil investigasi Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT). Di sisi lain, Basarnas juga telah menemukan dan menyerahkan kotak hitam helikopter.
PT Eastindo Air sendiri dikenal sebagai maskapai penerbangan sewaan dan perintis yang telah beroperasi lebih dari 30 tahun. Mereka melayani carter udara, evakuasi medis, hingga operasi SAR.
Sebelum jatuh di Mantewe, helikopter tipe BK117 D3 tersebut berangkat dari Kotabaru menuju Palangka Raya, Senin (01/09/2025).
Total 8 penumpang yang berada di dalam helikopter. Mereka adalah Haryanto (captain), Hendra Darmawan (engineering), Mark Werren, Yudi Febrian, Andys Rissa Pasulu, Santha Kumar, Claudine Quito, dan Iboy Irfan Rosa.