Anak Muda Kalsel Berpeluang Kuliah Gratis ke Luar Negeri, Berikut Syaratnya!

Pemprov Kalimantan Selatan melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) memberikan kabar gembira untuk para pemuda.

Sep 29, 2025 - 19:06
Oct 5, 2025 - 19:06
Anak Muda Kalsel Berpeluang Kuliah Gratis ke Luar Negeri, Berikut Syaratnya!
Kepala Disdikbud Kalsel, Galuh Tantri Narindra, memberikan penjelasan perihal beasiswa lokal dan luar negeri. Foto: MC Kalsel

KABARKALSEL.COM, BANJARBARU - Pemprov Kalimantan Selatan melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) memberikan kabar gembira untuk para pemuda.

Dianggarkan dalam APBD 2025, Disdikbud Kalsel menyiapkan beasiswa luar negeri dan masuk perguruan tinggi lokal untuk siswa berprestasi.

"Program tersebut menjadi langkah nyata pemerintah untuk menyiapkan generasi muda yang berdaya saing global tanpa meninggalkan kearifan lokal," tegas Kepala Disdikbud Kalsel, Galuh Tantri Narindra, Senin (29/09/2025).

Khusus beasiswa luar negeri, peserta wajib memenuhi sejumlah persyaratan, termasuk tes kemampuan akademik matematika, sains, Bahasa Inggris dengan nilai minimal 70, dan skor TOEFL minimal 550.

"Selain seleksi akademik, peserta juga akan menjalani tahap wawancara yang disertai pendampingan agar lebih siap menghadapi proses tersebut," beber Galuh.

Disdikbud Kalsel telah menjalin kerja sama dengan Binawan Singapura dan Finland University sebagai mitra pendidikan luar negeri. Dalam tahap awal, beasiswa diberikan kepada 100 siswa berprestasi.

Juga digandeng sektor swasta melalui program Corporate Social Responsibility (CSR) berbasis spasial, "Kami yang menyiapkan siswa, sedangkan perusahaan membantu pendanaan,” jelas Galuh.

Sementara program beasiswa masuk perguruan tinggi lokal, sejumlah universitas di Kalsel telah diajak bekerja sama untuk mendukung program tersebut.

"Target awal beasiswa lokal sebanyak 500 penerima. Namun jumlah masih akan disesuaikan dengan kemampuan anggaran daerah," tugas Galuh.

Adapun terkait SPP dan biaya hidup, masih dilakukan penjajakan untuk memastikan skema pembiayaan yang efisien, "Kami sedang mencari pola biaya efektif agar lebih banyak siswa yang terbantu dan bisa melanjutkan pendidikan tinggi,” pungkas Galuh.