Antisipasi Jutaan Jamaah, Polda Kalsel Minta 300 Personel BKO dari Mabes Polri

Menjelang pelaksanaan haul ke-21 KH Muhammad Zaini bin Abdul Ghani (Guru Sekumpul), Polda Kalimantan Selatan (Polda Kalsel) mulai mempersiapkan pengamanan skala besar.

Nov 24, 2025 - 19:57
Nov 24, 2025 - 19:57
Antisipasi Jutaan Jamaah, Polda Kalsel Minta 300 Personel BKO dari Mabes Polri
Kapolda Kalsel Irjen Pol Rosyanto Yudha Hermawan ketika memberikan keterangan pers. Foto: Humas Polda Kalsel

KABARKALSEL.COM, BANJARBARU – Menjelang pelaksanaan haul ke-21 KH Muhammad Zaini bin Abdul Ghani (Guru Sekumpul), Polda Kalimantan Selatan mulai mempersiapkan pengamanan skala besar. 

Salah satunya dengan meminta dukungan personel Bawah Kendali Operasi (BKO) dari Mabes Polri.

“Kami mengajukan permintaan sekitar 300 personel dari Mabes Polri,” papar Kapolda Kalsel Irjen Pol Rosyanto Yudha Hermawan dikutip dari Antara, Senin (24/11/2025)

Selain dari Mabes Polri, Polda Kalsel juga berencana meminta tambahan personel dari Polda Kalimantan Tengah untuk memperkuat barisan pengamanan. 

Penambahan personel diyakini dapat membuat pengamanan lebih optimal, mengingat jumlah jamaah yang diperkirakan kembali membludak seperti tahun sebelumnya.

Dalam pelaksanaan haul ke-20 yang berlangsung Januari 2025 lalu, sebanyak 1.500 personel dikerahkan untuk mengawal arus jutaan jamaah.

Namun berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya, pengamanan haul ke-21 sepenuhnya berada langsung di bawah komando Polda Kalsel. Sementara 13 polres jajaran, termasuk Polres Banjar, akan memberikan dukungan personel BKO sesuai kebutuhan.

"Fokus utama pengamanan tidak hanya di kawasan pusat haul, tetapi seluruh jalur kedatangan jamaah, baik melalui jalur darat maupun jalur perairan," jelas Yudha.

“Jalur sungai juga biasanya padat jamaah. Ini menjadi tugas Direktorat Polairud untuk memastikan kelancaran dan keselamatan di jalur perairan,” tambahnya.

Selain mengerahkan kekuatan yang dimiliki, Polda Kalsel juga mengimbau jemaah dan relawan mematuhi petunjuk petugas, baik ketika menuju lokasi haul maupun saat kembali ke daerah masing-masing.

“Kolaborasi adalah kunci agar pelaksanaan seluruh rangkaian haul berjalan lancar, aman, dan nyaman untuk seluruh jamaah,” tutup Yudha.