2.189 Personel Gabungan Disiagakan Polda Kalsel untuk Pengamanan Idulfitri 1447 Hijriah

Sebanyak 2.189 personel gabungan disiagakan untuk mengamankan arus mudik dan Idulfitri 1447 Hijriah melalui Operasi Kepolisian Terpusat Intan 2026.

Maret 10, 2026 - 21:52
Maret 10, 2026 - 21:52
2.189 Personel Gabungan Disiagakan Polda Kalsel untuk Pengamanan Idulfitri 1447 Hijriah
Pelaksanaan rapat koordinasi kesiapan pengamanan Idulfitri 1447 Hijriah di Mako Polda Kalimantan Selatan. Foto: Media Center Kalsel

KABARKALSEL.COM, BANJARBARU – Sebanyak 2.189 personel gabungan disiagakan untuk mengamankan arus mudik dan Idulfitri 1447 Hijriah melalui Operasi Kepolisian Terpusat Intan 2026.

Ribuan personel tersebut akan disebar di berbagai titik strategis guna memastikan kelancaran perjalanan masyarakat selama masa mudik hingga arus balik lebaran.

"Personel gabungan terdiri dari 1.166 Polri, 247 TNI, serta 1.023 personel dari pemerintah daerah dan instani terkait," papar Kapolda Kalsel Irjen Pol Rosyanto Yudha Hermawan dalam Rakor Operasi Kepolisian Terpusat Intan 2026, Selasa (10/03/2026).

Adapun rakor diikuti berbagai unsur pimpinan daerah seperti Sekretaris Daerah Provinsi (Sekdaprov) Kalsel, Ketua DPRD, Wakil Kepala Kejaksaan Tinggi, Danrem 101 Antasari, Danlanal Banjarmasin, Danlanud Syamsudin Noor, dan Kabinda.

Selain menyiagakan personel, juga didirikan sejumlah pos pengamanan untuk memberikan pelayanan kepada masyarakat selama periode mudik.

Polda Kalsel menyiapkan 3 pos terpadu, 21 pos pengamanan, dan 14 pos pelayanan yang ditempatkan di berbagai titik strategis di jalur mudik.

“Pos-pos tersebut disiapkan untuk membantu masyarakat yang melakukan perjalanan, sekaligus memastikan keamanan dan kelancaran arus mudik maupun arus balik lebaran," tambah Yudha.

"Kami juga mengimbau masyarakat yang akan melakukan perjalanan mudik agar selalu mengutamakan keselamatan dan mempersiapkan perjalanan dengan baik," imbuhnya.

Pengamanan mudik juga mempertimbangkan sejumlah potensi kerawanan yang dapat terjadi, mulai dari gangguan keamanan hingga faktor cuaca.

Kondisi cuaca ekstrem atau bencana hidrometeorologi berpotensi memicu gangguan perjalanan maupun kecelakaan lalu lintas.

“Kami mengantisipasi berbagai tantangan, baik perkembangan situasi keamanan maupun faktor cuaca yang dapat memicu bencana atau kecelakaan selama perjalanan mudik,” beber Yudha.

Tidak hanya pengamanan mudik, Polda Kalsel turut memantau stabilitas harga dan ketersediaan bahan pokok menjelang lebaran 2026 melalui Satuan Tugas (Satgas) Pangan.

"Kami terus berkoordinasi dengan berbagai instansi, termasuk Dinas Perdagangan dan Dinas Pertanian, untuk memonitor perkembangan harga bahan pokok di pasaran. Kami memastikan tidak terjadi lonjakan harga yang terlalu tinggi,” beber Yudha.

“Kemudian apabila ditemukan penimbunan sembako yang menyebabkan kelangkaan atau kenaikan harga tidak wajar, tentu akan dilakukan penindakan sesuai hukum berlaku,” tegasnya.

Sementara Gubernur Kalsel melalui Sekdaprov Muhammad Syarifuddin menegaskan pengamanan lebaran merupakan tanggung jawab bersama seluruh elemen di daerah. 

"Lebaran merupakan momen penting yang sekaligus meningkatkan mobilitas masyarakat, sehingga dibutuhkan langkah-langkah pengamanan terencana dan terkoordinasi dengan baik," ungkap Syarifuddin.

"Dengan sinergi dan koordinasi yang baik, diharapkan masyarakat merasa aman, nyaman, dan lancar menjalankan berbagai aktivitas selama perayaan," imbuhnya.