Antisipasi Lonjakan Jemaah, Mabes Polri Perkuat Pengamanan Momen 5 Rajab di Sekumpul
Polri menaruh perhatian besar terhadap pelaksanaan Momen 5 Rajab 1447 Hijriah atau haul ke-21 KH Muhammad Zaini bin Abdul Ghani (Guru Sekumpul) yang akan digelar 28 Desember 2025 di Martapura, Banjar.
KABARKALSEL.COM, MARTAPURA – Polri menaruh perhatian besar terhadap pelaksanaan Momen 5 Rajab 1447 Hijriah atau haul ke-21 KH Muhammad Zaini bin Abdul Ghani (Guru Sekumpul) yang akan digelar 28 Desember 2025 di Martapura, Banjar.
Sebanyak 750 personel Bawah Kendali Operasi (BKO) Mabes Polri diterjunkan untuk membantu pengamanan kegiatan yang diperkirakan akan dihadiri jutaan jemaah tersebut. Personel tambahan ini termasuk kiriman dari Polda Kalimantan Tengah.
Pun berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya, pengamanan haul Guru Sekumpul sepenuhnya dikomandoi Polda Kalsel, bukan lagi Polres Banjar.
"Pertimbangan kami adalah jumlah jemaah yang hadir terus meningkat signifikan dari tahun ketahun,” jelas Kapolda Kalsel, Irjen Pol Rosyanto Yudha Hermawan, dikutip dari Antara, Selasa (23/12/2025).
Haul ke-20 yang digelar Januari 2025 menunjukkan jumlah jemaah diperkirakan mencapai 3 juta orang. Bahkan berdasarkan data aktivitas provider telepon seluler, tercatat sekitar 4,1 juta perangkat aktif di Martapura dan sekitarnya selama puncak acara.
Melihat potensi lonjakan massa tersebut, Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo turut memberikan dukungan penuh.
Salah satunya mengerahkan 4 unit kendaraan dapur lapangan (randurlap) dan 10 unit kendaraan mobile water treatment untuk penyediaan air bersih.
“Seluruh sarana penyediaan makanan dan air bersih akan beroperasi 1x24 jam selama tiga hari mulai 26 Desember 2025,” jelas Yudha.
Kapolri juga menyumbang seekor sapi limousin dengan bobot hampir 1 ton untuk kebutuhan konsumsi jemaah. Ditambah masing-masing seekor sapi dari dari Kapolda dan Kapolres Banjar.
“Kami berterima kasih atas perhatian dan dukungan penuh dari Kapolri dalam pelayanan pengamanan dan kemanusiaan untuk jemaah haul Guru Sekumpul,” beber Yudha.
Untuk pengamanan internal, Polda Kalsel mengerahkan total 3.700 personel yang disebar mulai dari perbatasan Kalsel dengan Kalimantan Timur dan Kalimantan Tengah, hingga titik-titik kedatangan jemaah seperti bandara dan pelabuhan.
Pengamanan juga diperkuat 1.500 personel gabungan TNI dan pemerintah daerah, serta sekitar 42 ribu relawan yang telah terdata resmi di Polda Kalsel.
“Kami mengajak seluruh jemaah untuk mematuhi arahan petugas di lapangan demi kelancaran dan kekhusyukan acara, serta tetap menjaga ketertiban dan keselamatan bersama," tutup Yudha.