Banjir Kepung 8 Desa di HST, Rendam Ribuan Rumah
Tidak hanya Banjar, Balangan, dan Barito Kuala yang kebanjiran. Setidaknya selama dua pekan terakhir, 8 desa di Hulu Sungai Tengah (HST) juga dilanda banjir.
KABARKALSEL.COM, BARABAI - Tidak hanya Banjar, Balangan, dan Barito Kuala yang kebanjiran. Setidaknya selama dua pekan terakhir, 8 desa di Hulu Sungai Tengah (HST) juga dilanda banjir.
Tercatat sebanyak 2.787 rumah terdampak. Bahkan 1.749 rumah di antaranya masih terendam banjir sejak kedatangan bajir di akhir Desember 2025. Kemudian dampak banjir dirasakan 1.835 kepala keluarga KK dengan total 5.254 jiwa.
"Desa terdampak meliputi Sungai Buluh, Mantaas, Tabat, Pahalatan, Rantau Bujur di Kecamatan Labuan Amas Utara," papar Sekretaris Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) dan Pemadam Kebakaran (Damkar) HST, Ahmad Apandi, dikutip dari Antara, Kamis (08/01/2026).
"Kemudian Desa Kayu Rabah dan Mahang Matang Landung di Kecamatan Pandawan, serta Desa Mahang Baru di Kecamatan Labuan Amas Selatan," tambahnya.
Adapun ketinggian air di wilayah terdampak bervariasi, “Ketinggian genangan di dalam rumah berkisar antara 2 hingga 20 sentimeter. Sementara di pekarangan rumah mencapai 5 hingga 150 sentimeter, terutama di Desa Pahalatan,” jelas Apandi.
Selain permukiman warga, banjir juga berdampak terhadap fasilitas umum. Mulai dari 24 sekolah, 10 tempat ibadah, 5 kantor, 2 fasilitas umum, serta masing-masing 1 puskesmas dan pasar.
Dari 24 sekolah/satuan pendidikan terdampak, 7 di antaranya sudah memberlakukan Belajar Dari Rumah (BDR). Sedangkan 2 memutuskan libur dan sisanya atau 4 sekolah tetap belajar normal.
Seluruh satuan pendidikan yang meliburkan murid adalah TK Dwi Sartika dan SPS Teratai. Sedangkan yang melakukan BDR di antaranya SDN 2 Tabat, SDN 1 Tabat, SDN 2 Baru, SDN 2 Sungai Buluh, dan SDN 4 Sungai Buluh.
Meski banjir belum menunjukkan tanda-tanda surut dan hujan masih sering terjadi, BPBD HST belum menerima laporan perihal warga yang mengungsi.
"Kami akan terus melakukan pemantauan dan berkoordinasi dengan instansi terkait agar penanganan banjir dapat berjalan optimal,” papar Apandi.