Didukung PT Adaro, Desa Jambu di Kuripan Batola Bersiap Memasarkan Air Dalam Kemasan

Tinggal beberapa langkah lagi, Air Minum Dalam Kemasan (AMDK) yang diproduksi di Desa Jambu, Kecamatan Kuripan, Barito Kuala (Batola), segera memasuki pasar.

Jul 17, 2025 - 14:30
Jul 17, 2025 - 14:37
Didukung PT Adaro, Desa Jambu di Kuripan Batola Bersiap Memasarkan Air Dalam Kemasan
Kepala Desa Jambu, Kasransyah, menerima Bina Desa Award 2025 yang diserahkan Asisten Administrasi Umum Sekretariat Daerah Batola, Fuad Syekh, Senin (14/07/2025) di Aula Selidah Marabahan. Foto: Antara

KABARKALSEL.COM, MARABAHAN - Tinggal beberapa langkah lagi, Air Minum Dalam Kemasan (AMDK) yang diproduksi di Desa Jambu, Kecamatan Kuripan, Barito Kuala (Batola), segera memasuki pasar.

AMDK bermerek HPS menjadi inovasi dalam pengelolan potensi lokal di Desa Jambu yang berhasil meraih Bina Desa Award 2025, Senin (14/07/2025) lalu.

Adapun pemilihan air minum sebagai program utama, didasari kesadaran bahwa akses air bersih yang higienis menyangkut kebutuhan pokok masyarakat.

Selain kebutuhan pokok, air yang bersih juga bertujuan menjaga kesehatan dan membantu menekan angka stunting di Desa Jambu.

"Air selalu digunakan masyarakat setiap hari. Makanya kami mengembangkan air isi ulang menjadi AMDK," papar Kepala Desa Jambu, Kasransyah, dikutip dari Antara, Kamis (17/07/2025).

Produk AMDK Desa Jambu telah melalui uji laboratorium dan dinyatakan memenuhi standar baku mutu BPOM. Sedangkan penamaan mengambil singkatan dari Hampelas yang merupakan nama lama Desa Jambu.

"Sebelum diberi nama HPS, penamaan produk sempat terkendala karena merek yang diusulkan telah terdaftar," jelas Kasransyah.

"Selain mudah diingat, diharapkan masyarakat yang mengonsumsi HPS langsung teringat dengan desa kami," tambahnya.

Dalam tahap akhir, Desa Jambu melalui Badan Usaha Milik Desa (BumDes) Mitra Bersama akan mengajukan proses legalitas, termasuk sertifikasi SNI dan halal.

Baca juga: Alasan Air Mineral TMJ Menjadi Paket Bantuan Resepsi Perkawinan di Batola

Baca juga: Setelah Santunan Kematian, Pemkab Batola Rilis Tiga Program Bantuan Tambahan

Program Bina Desa sendiri telah berjalan sejak 2019 di Kuripan, serta didukung penuh PT Adaro Indonesia dan Pemkab Batola. 

Melalui dana Corporate Social Responsibility (CSR), Adaro menyuntikkan anggaran sebesar Rp50 juta untuk masing-masing 9 desa.

Lantas untuk merangsang daya saing, digelar Bina Desa Award 2025 dengan tema 'Kolaborasi dan Inovasi Wujudkan Kemandirian Desa Berkelanjutan Berbasis Ekonomi'.

Hasilnya Desa Jambu menjadi pemenang. Kemudian Desa Kabuau sebagai runner up, disusul Jambu Baru di peringkat ketiga, Rimbun Tulang di urutan keempat, dan Asia Baru di posisi kelima.

"Bina Desa menjadi peluang desa untuk menggali dan mengembangkan potensi ekonomi secara mandiri," sahut Zulfikar, Camat Kuripan.

"Mudahan proses perizinan HPS berjalan lancar, sehingga AMDK pertama di Batola ini bisa segera dipasarkan," sambungnya.

Sementara CSR Section Head PT Adaro Indonesia, Yuri Budhi Sujalmi, menegaskan kata kunci program Bina Desa adalah sustainability atau keberlanjutan.

"Kami ingin program tersebut berdampak, sehingga Bina Desa Award 2025 diselenggarakan untuk menangkap pandangan langsung dari masyarakat," jelas Yuri.

"Hasil evaluasi dari Bina Desa akan menjadi dasar pengembangan lebih lanjut yang sesuai kebutuhan masyarakat, sehingga dapat menciptakan desa mandiri, tangguh, dan berkelanjutan," tutupnya.