Drama Barito Putera di Pegadaian Championship 2025/2026: Start Impresif Tapi Gagal Promosi
Resmi gagal promosi ke Super League musim 2026/2027, Barito Putera harus melakukan evaluasi menyeluruh. Terlebih mereka sempat impresif di awal musim, tetapi kedodoran menjelang akhir.
KABARKALSEL.COM, BANJARMASIN - Resmi gagal promosi ke Super League musim 2026/2027, Barito Putera harus melakukan evaluasi menyeluruh. Terlebih mereka sempat impresif di awal musim, tetapi kedodoran menjelang akhir.
Barito hanya finis di peringkat ketiga klasemen akhir Grup 2 Pegadaian Championship musim 2025/2026. Mengemas 53 poin, mereka tertinggal 3 poin dari PSS Sleman dan Persipura Jayapura.
Dalam 27 pertandingan, Barito meraih 15 kemenangan, 8 imbang dan 4 kekalahan. Mereka tercatat mencetak 41 gol dan 18 kali kebobolan.
Adapun PSS dipastikan lolos otomatis ke Super League. Super Elang Jawa tinggal menentukan gelar juara melawan Garudayaksa FC yang memuncaki Grup 1.
Sedangkan Persipura Jayapura akan melakoni playoff promosi melawan Adhyaksa FC. Sekalipun mengemas 56 poin, Si Mutiara Hitam kalah head to head dari PSS.
“Kegagalan Barito harus dievaluasi dan menjadi tanggung jawab bersama seluruh elemen," ungkap pelatih Barito Putera, Stefano 'Teco' Cugurra dalam konferensi pers seusai pertandingan melawan Persipal Palu, Minggu (03/05/2026).
"Mengingat sepak bola merupakan kerja kolektif yang tidak dapat dibebankan kepada satu pihak saja. Makanya manajemen, pelatih, hingga pemain harus bertanggung jawab," tegasnya.
Kegagalan tersebut berbanding terbalik dengan performa Barito Putera di awal musim. Meski ditinggal Lucas Morelatto yang sedianya diplot sebagai otak serangan, Laskar Antasari menyapu 5 pertandingan awal dengan kemenangan.
Kesolidan lini belakang dan ketajaman serangan membuat Barito Putera menjadi klub yang paling disegani di fase awal. Mereka pun memuncaki klasemen, plus mencatatkan rekor tak tanpa kebobolan.
Namun laju impresif itu dihentikan Persela Lamongan. Malah kekalahan 0-1 di Stadion Demang Lehman Martapura, Sabtu (18/10/2025), seolah menjadi titik balik.
Situasi semakin sulit setelah Barito kembali tumbang dengan skor 0-1 di tangan Persipura Jayapura. Dari klub yang tak tersentuh, Barito perlahan mulai kehilangan konsistensi dan posisi di puncak klasemen mulai terancam pesaing.
Meski sempat bangkit lewat kemenangan penting atas Deltras FC yang membawa mereka kembali ke puncak klasemen di awal putaran kedua, stabilitas Barito kembali diuji.
Mereka kehilangan striker Jaime Moreno yang hengkang ke Liga Venezuela. Kepergian Moreno menjadi kehilangan besar, mengingat pemain ini mencetak 9 gol dan 2 assist.
Memasuki putaran berikutnya, Barito mencoba berbenah dengan mendatangkan Cornelius Stewart, serta beberapa pemain tambahan seperti Roni Sugeng, Ricky Cawor, dan Basajum Latuconsina.
Akan tetapi Laskar Antasari tidak cukup konsisten untuk menjaga posisi puncak. Terlebih pemain baru yang didatangkan di bursa transfer kedua, justru gagal menjadi pengganti yang tepat.
Hasil imbang demi imbang, termasuk melawan PSS Sleman dan Persela Lamongan, membuat Barito perlahan tergeser dari posisi teratas.
Tekanan semakin besar ketika Persipura tampil konsisten dan mengambil alih puncak klasemen. Kekalahan 1-4 dari Persipura di awal putaran ketiga membuat Barito terlempar ke peringkat ketiga klasemen.
Meski sempat meraih kemenangan penting atas Deltras FC, PSIS Semarang dan PSS Sleman, hasil imbang terus menghantui perjalanan Barito.
Memasuki fase akhir kompetisi, peluang promosi Barito semakin menipis. Hasil imbang melawan Persiku Kudus akibat gol bunuh diri di menit akhir menjadi salah satu momen paling merugikan.
Situasi semakin sulit, setelah mereka kembali gagal meraih kemenangan saat menghadapi Persiba Balikpapan dan Persela Lamongan. Situasi ini membuat nasib Barito Putera harus ditentukan oleh hasil klub lain.
"Harus diakui selisih poin yang tipis menjadi faktor krusial. Ini merupakan dampak kehilangan poin dalam sejumlah pertandingan penting, termasuk partai kandang yang berakhir imbang," tukas Teco.
"Pengalaman tersebut menjadi pelajaran penting untuk meningkatkan kesiapan, termasuk menjaga konsistensi performa dan memperkuat kedalaman skuat dengan merekrut pemain berkualitas," imbuhnya.
Meski gagal memenuhi target, sejumlah pemain muda menunjukkan perkembangan signifikan ketika dipercaya tampil sebagai pemain inti.
Sebut saja Aditiya Daffa Al Haqi, Aditia Nur Mahpud, Pramoedya Putra Suhardi, Aimar Iskandar, Erwin Gerard Edginatagi dan Muhammad Iqbal Gwijangge.
"Sejumlah pemain muda mulai mampu menjawab kepercayaan dengan performa menjanjikan, sehingga menjadi bagian dari proses pembinaan jangka panjang klub," tutup Teco.
Rekapitulasi Pertandingan Barito Putera di Pegadaian Championship musim 2025/2026
Putaran Pertama:
Barito Putera vs Kendal Tornado FC 1-0
Deltras FC vs Barito Putera 0-1
Barito Putera vs Persipal Palu 5-0
PSIS Semarang vs Barito Putera 0-1
Persiku Kudus vs Barito Putera 0-2
Barito Putera vs Persela Lamongan 0-1
Persipura Jayapura vs Barito Putera 1-0
Barito Putera vs Persiba Balikpapan 3-0
Barito Putera vs PSS Sleman 1-1
Putaran Kedua:
Kendal Tornado FC vs Barito Putera 1-2
Barito Putera vs Deltras FC 1-0
Persipal Palu vs Barito Putera 0-3
Barito Putera vs PSIS Semarang 1-0
Barito Putera vs Persiku Kudus 1-0
Persela Lamongan vs Barito Putera 0-0
Barito Putera vs Persipura Jayapura 1-1
Persiba Balikpapan vs Barito Putera 1-0
PSS Sleman vs Barito Putera 0-0
Putaran Ketiga:
Persipura Jayapura vs Barito Putera 4-1
Barito Putera vs Kendal Tornado FC 0-0
Deltras FC vs Barito Putera 0-2
Barito Putera vs Persiku 1-1
PSIS Semarang vs Barito Putera 0-1
Barito Putera vs PSS Sleman 1-0
Barito Putera vs Persiba Balikpapan 3-3
Persela Lamongan vs Barito Putera 1-1
Barito Putera vs Persipal Palu 8-3
Daftar Pencetak Gol Barito Putera di Pegadaian Championship musim 2025/2026
Alexsandro dos Santos Perreira: 8 gol/23 pertandingan
Renan Alves: 8 gol/25 pertandingan
Ferdiansyah: 5 gol/18 pertandingan
Rizky Rizaldi Pora: 4 gol/22 pertandingan
Fabiano Da Rosa Beltrame: 4 gol/23 pertandingan
Erwin Gerard Edginatagi: 2 gol/4 pertandingan
Bayu Pradana Andriatmoko: 2 gol/25 pertandingan
Amiruddin Bagus Kahfi: 1 gol/3 pertandingan
Doucore Lassana: 1 gol/8 pertandingan
Ricky Cawor: 1 gol/4 pertandingan
Muchamad Wildan: 1 gol/12 pertandingan



