Harga Karet dan Sawit Menguat, NTP Kalsel Ikut Terdongkrak

Kinerja sektor perkebunan dan peternakan di Kalimantan Selatan terus menunjukkan tren positif.

Oct 7, 2025 - 11:59
Oct 7, 2025 - 12:00
Harga Karet dan Sawit Menguat, NTP Kalsel Ikut Terdongkrak
TBS kelapa sawit juga menunjukkan peningkatan sepanjang September 2025 dengan harga tertinggi mencapai Rp3.434,80 per kilogram. Foto: Bappeda Kalsel

KABARKALSEL.COM, BANJARMASIN - Kinerja sektor perkebunan dan peternakan di Kalimantan Selatan terus menunjukkan tren positif. 

Berdasarkan data terbaru, Nilai Tukar Petani (NTP) Kalimantan Selatan sepanang September 2025 naik signifikan sebesar 1,69 persen dibanding Agustus 2025 menjadi 117,11 persen. Peningkatan ini menegaskan daya beli dan kesejahteraan petani. 

“Kenaikan NTP tidak hanya mencerminkan kenaikan harga komoditas, tetapi juga bukti bahwa petani dan pekebun kita semakin berdaya," ungkap Kepala Dinas Perkebunan dan Peternakan (Disbunnak) Kalsel, Suparmi, Selasa (07/10/2025).

Dalam subsektor perkebunan rakyat, NTP naik dari 142,93 menjadi 147,99 atau tumbuh 3,54 persen. Komoditas karet dan kelapa sawit menjadi penyumbang utama kenaikan. 

Tercatat harga karet dengan kadar karet kering (K3) 100 persen tercatat seharga Rp24.000 hingga Rp25.000 per kilogram. Sementara kadar 60 persen hingga 65 persen berada di kisaran Rp14.713 hingga Rp15.939 per kilogram.

Adapun harga Tandan Buah Segar (TBS) kelapa sawit juga menunjukkan peningkatan dengan harga tertinggi mencapai Rp3.434,80 per kilogram. 

Sementara subsektor peternakan turut memperkuat capaian tersebut dengan Nilai Tukar Petani Peternakan (NTPT) tumbuh 4,26 persen. Kenaikan harga ayam pedaging menjadi faktor dominan yang mendorong perbaikan daya saing peternak lokal.

"Tentunya Disbunnak Kalsel akan terus mengawal program peningkatan produktivitas dan efisiensi di lapangan melalui pendampingan teknis, kemitraan dengan industri, dan penguatan akses pasar," jelas Suparmi.

“Kami ingin memastikan petani dan peternak Kalsel mendapatkan nilai ekonomi yang adil. Kenaikan NTP ini harus diikuti dengan upaya berkelanjutan agar kesejahteraan petani semakin kokoh,” tutupnya.