Lelang 10.10 di Kalsel Raup Pendapatan Rp27 Miliar, DJKN Catat Lonjakan Signifikan

Kanwil Direktorat Jenderal Kekayaan Negara (DJKN) Kalimantan Selatan dan Tengah mencatat capaian menggembirakan dalam Lelang Serentak Harat Banar (LSHB) yang digelar 10 Oktober 2025 (10.10).

Nov 2, 2025 - 16:21
Nov 2, 2025 - 23:22
Lelang 10.10 di Kalsel Raup Pendapatan Rp27 Miliar, DJKN Catat Lonjakan Signifikan
Kain sasirangan karya anak down syndrome yang menjadi simbol nyata dari inklusi sosial dalam panggung lelang negara. Foto: Antara

KABARKALSEL.COM, BANJARMASIN – Kanwil Direktorat Jenderal Kekayaan Negara (DJKN) Kalimantan Selatan dan Tengah mencatat capaian menggembirakan dalam Lelang Serentak Harat Banar (LSHB) yang digelar 10 Oktober 2025 (10.10).

Dari total aset senilai sekitar Rp75 miliar yang dilelang, berhasil diraup pendapatan mencapai Rp27 miliar. Capaian ini tumbuh signifikan dibandingkan pelaksanaan lelang serupa sebelumnya. 

“Capaian yang lebih maksimal ini disebabkan sosialisasi masif dan menggali potensi lelang secara menyeluruh," papar Kepala Kanwil DJKN Kalselteng, Tetik Fajar Ruwandari, dikutip dari Antara, Minggu (2/11/2025).
 
"Salah satunya juga dengan melibatkan perbankan agar dapat mengemas lelang yang menarik dan laku,” sambungnya.

Selain memperluas jangkauan sosialisasi, DJKN Kalselteng juga memperkuat aspek mitigasi risiko untuk para peserta lelang.

“Kami memastikan pembeli lelang mendapat perlindungan dalam penguasaan aset. Barang Milik Negara (BMN) yang dilelang pun dipastikan dalam kondisi siap digunakan, meski dengan manfaat ekonomi terbatas,” jelas Tetik.

Adapun nilai tertinggi LSHB berasal dari aset perbankan hasil kolaborasi dengan Kantor Pelayanan Kekayaan Negara dan Lelang (KPKNL).

Kolaborasi tersebut mampu menghadirkan objek lelang yang menarik, harga kompetitif dan pembeli potensial, seiring dengan peningkatan edukasi publik terhadap mekanisme lelang negara.

Lelang 10.10 mencakup hak tanggungan sebesar Rp59,5 miliar, kendaraan Pejabat Lelang (PL) Kelas II Rp13,3 miliar, eks Kepabeanan dan Cukai Rp1,24 miliar, serta BMN dan Barang Milik Daerah (BMD) sebesar Rp547 juta.

Kemudian sitaan pajak Rp380 juta, aset desa Rp77 juta, hak menikmati Rp40 juta, rampasan negara Rp10 juta, dan produk sasirangan karya anak down syndrom senilai Rp3,5 juta.

Data DJKN Kalselteng menunjukkan capaian LSHB 2025 jauh melampaui hasil lelang tahun-tahun sebelumnya.

Selama periode Januari hingga September 2025, hasil bersih lelang tercatat Rp1,66 miliar. Angka ini melonjak drastis menjadi Rp27 miliar hingga akhir Oktober 2025.

Sementara dalam lelang 2024 yang melibatkan 7 pemerintah daerah, diperoleh hasil bersih Rp2,14 miliar dengan total Bea Perolehan Hak atas Tanah dan Bangunan (BPHTB) Rp11,81 miliar.

Kemudian lelang 2023 bersama 8 pemerintah daerah, didapatkan hasil bersih Rp2 miliar dengan BPHTB Rp66 juta. Sedangkan lelang 2022 bersama 6 pemerintah daerah, mendapatkan hasil bersih Rp2,80 miliar dan BPHTB Rp767 juta.

“Pertumbuhan tersebut menunjukkan peningkatan kepercayaan publik dan instansi terhadap mekanisme lelang sebagai sarana optimalisasi aset negara,” tutup Tetik.