Penalti Menjadi Pembeda, Timnas Indonesia Dikalahkan Bulgaria di Final FIFA Series 2026

Timnas Indonesia gagal memenangi FIFA Series 2026, setelah ditaklukkan Bulgaria di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Senayan, Jakarta, Senin (30/03/2026) malam.

Maret 30, 2026 - 22:55
Maret 30, 2026 - 22:59
Penalti Menjadi Pembeda, Timnas Indonesia Dikalahkan Bulgaria di Final FIFA Series 2026
Ole Romeny terjatuh akibat dijegal Martin Georgiev dalam pertandingan Timnas Indonesia versus Bulgaria di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Senayan, Jakarta, Senin (30/03/2026). Foto: Antara

KABARKALSEL.COM, JAKARTA - Timnas Indonesia gagal memenangi FIFA Series 2026, setelah ditaklukkan Bulgaria di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Senayan, Jakarta, Senin (30/03/2026) malam.

Berbeda dengan pertandingan kontra Saint Kitts-Nevis, Timnas Indonesia langsung menurunkan Ragnar Oratmangoen, Justin Hubner dan Emil Audero sebagai starter.

Menghadapi lawan berbeda peringkat, Timnas Indonesia cukup berani menguasai bola. Ramadhan Sananta sempat melepaskan tembakan keras dari luar kotak penalti, tetapi masih bisa diblok.

Adapun Bulgaria mencoba melakukan counter attack, ketika sudah merebut bola. Strategi ini cukup berhasil, karena Indonesia menerapkan garis pertahanan tinggi ketika sedang menguasai bola.

Tatkala Indonesia asyik mengembangkan permainan hingga menit 35, sebuah insiden di kotak terlarang terjadi. Kevin Diks yang berusaha menyapu bola, malah sekaligus melanggar Zdravko Dimitrov.

Awalnya wasit tidak menganggap terjadi pelanggaran. Namun VAR memutuskan bahwa Diks melakukan pelanggaran. Selanjutnya Marin Petkov yang menjadi eksekutor penalti, sukses memperdaya Emil Audero. 

Mengutip catatan statistik yang dirilis Lapangbola, Timnas Indonesia sejatinya mendominasi penguasaan bola 64 persen. Namun dari segi serangan, Bulgaria memang lebih efektif. 

Bulgaria melepas 3 tendangan dan 2 di antaranya shots on target. Bandingkan dengan Indonesia yang melepas 2 tendangan tanpa satu pun on target.

Selepas pergantian babak, Timnas Indonesia langsung melakukan pergantian pemain. Ramadhan Sananta ditarik keluar dan digantikan Ivar Jenner.

Indonesia nyaris kebobolan lagi di menit 57, ketika Martin Minchec dapat melepas tendangan keras di dalam kotak penalti. Emil Audero sudah mati langkah, tetapi bola masih membentur pundak Justin Hubner

Semenit kemudian Indonesia kembali melakukan pergantian. Pelatih John Herdman memasukkan Eliano Reijnders dan Elkan Baggott untuk menggantikan Ragnar Oratmangoen dan Nathan Tjoe A On.

Peluang bagus dicatatkan Indonesia di menit 71 melalui Ole Romeny. Lepas dari jebakan offside, Romeny melepas tendangan lambung ke gawang, ketika kiper Dimitar Mitov keluar dari sarang. Akan tetapi bola masih membentur tiang gawang.

Memasuki menit 79, John Herdman memainkan Beckham Putra untuk menggantikan Joey Pelupessy. Praktis Indonesia menurunkan lebih banyak pemain bertipe menyerang. 

Sebaliknya Bulgaria nyaris memperbesar keunggulan, ketika pemain pengganti Vladimir Nikolov lolos ke kotak penalti dan melepas tembakan. Namun Emil Audero mampu membaca arah bola, sebelum disapu dari area berbahaya.

Rizky Ridho yang membantu serangan di menit 86, juga berpeluang menyamakan kedudukan. Usai menerima umpan terobosan di kotak penalti, bek tengah ini langsung menembak. Bola masih dapat ditepis Dimitar Mitov, lalu membentur mistar gawang.

Meski terus menekan hingga pertandingan berakhir, Indonesia tetap gagal mendapatkan gol penyama. Adapun Bulgaria memenangi FIFA Series 2026, setelah meraih dua kemenangan.