Peringatan Dini BMKG Soal Banjir Rob di Pesisir Kalsel Selama Desember 2025

Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) mengimbau masyarakat pesisir Kalimantan Selatan untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi banjir pesisir (rob) sepanjang Desember 2025.

Dec 3, 2025 - 23:08
Dec 3, 2025 - 23:08
Peringatan Dini BMKG Soal Banjir Rob di Pesisir Kalsel Selama Desember 2025
Warga menggunakan perahu melintasi jalan yang terendam banjir di Desa Sungai Rangas Ulu, Banjar, beberapa waktu lalu. Foto: Antara

KABARKALSEL.COM, BANJARMASIN - Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) mengimbau masyarakat pesisir Kalimantan Selatan untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi banjir pesisir (rob) sepanjang Desember 2025. 

Ancaman tersebut dipicu kombinasi pasang maksimum air laut, fase bulan purnama dan perigee, serta peningkatan gelombang laut yang terjadi di beberapa perairan.

"Berdasarkan analisis pasang surut, terlihat peningkatan signifikan ketinggian air laut, terutama di muara Sungai Barito dan pesisir Kotabaru," papar Kepala BMKG Stasiun Meteorologi Syamsudin Noor, Ota Welly Jenny Thalo, Rabu (03/12/2025).

“Pasang maksimum di Muara Sungai Barito diperkirakan terjadi 6 hingga 14 Desember dan 19 hingga 27 Desember 2025 dengan ketinggian mencapai 2,5 hingga 3,0 meter, terutama malam hingga dini hari,” tambahnya.

Sementara pesisir Kotabaru diprediksi mengalami pasang maksimum dalam rentang 3 hingga 10 Desember dan 18 hingga 26 Desember 2025. Adapun ketinggian pasang sekitar 2,5 hingga 3,0 meter yang dominan terjadi sore hingga malam.

Selain pasang surut, BMKG juga mencatat kontribusi gelombang laut terhadap potensi banjir rob. 

Adapun secara klimatologis, tinggi gelombang di perairan Kalsel sepanjang Desember berkisar 0,4 hingga 2,6 meter dengan arah gelombang dominan dari barat daya hingga barat laut.

“Kondisi tersebut dapat memperkuat potensi banjir rob di kawasan pesisir, terutama saat puncak pasang,” jelas Ota.

BMKG meminta pemerintah daerah, masyarakat pesisir, nelayan, operator pelabuhan, dan pelaku aktivitas maritim untuk meningkatkan kewaspadaan, khususnya selama puncak pasang.

Penyesuaian jadwal aktivitas di pelabuhan dan bantaran sungai juga dianjurkan, mengingat kemungkinan terjadi limpasan air laut yang dapat mengganggu mobilitas dan keselamatan.

“Kami mendorong masyarakat untuk terus memantau informasi resmi BMKG melalui kanal daring maupun aplikasi mobile, terutama yang tinggal atau beraktivitas di wilayah rawan banjir rob,” tutup Ota.