Puslitbang Polri Gelar FGD di Batola, Perkuat Sinergi Tangkal Narkoba

Memperkuat peran dalam pencegahan dan penyalahgunaan narkotika, Pusat Penelitian dan Pengembangan (Puslitbang) Polri menggelar Focus Group Discussion (FGD) di Aula Jananuraga Polres Barito Kuala, Selasa (29/07/2025).

Jul 29, 2025 - 12:49
Jul 29, 2025 - 13:49
Puslitbang Polri Gelar FGD di Batola, Perkuat Sinergi Tangkal Narkoba
Puslitbang Polri menggelar FGD di Aula Jananuraga Polres Barito Kuala, Selasa (29/07/2025). Foto: Humas Polres Batola

KABARKALSEL.COM, MARABAHAN - Memperkuat peran dalam pencegahan dan penyalahgunaan narkotika, Pusat Penelitian dan Pengembangan (Puslitbang) Polri menggelar Focus Group Discussion (FGD) di Aula Jananuraga Polres Barito Kuala, Selasa (29/07/2025).

Bertema 'Peran Strategis Polri dalam Penanggulangan Penyalahgunaan Narkotika demi Menyelamatkan Generasi Emas, FGD dipimpin langsung Ketua Tim Puslitbang Polri Kombes Pol Saefuddin Mohamad.

Diskusi tersebut semakin kompleks, karena juga diikuti Kapolres AKBP Anib Bastian, Wakapolres Kompol Hendra Sumala Sartio dan pejabat utama Polres Batola.

Juga berbagai elemen masyarakat dan instansi terkait seperti Dinas Pendidikan (Disdik), Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa (DPMD), Dinas Kepemudaan Olahraga Budaya dan Pariwisata (Disporbudpar), Satpol PP, dan Kementerian Agama (Kemenag). 

Kemudian Badan Narkotika Nasional Kabupaten (BNNK), Assosiasi Pemerintah Desa Seluruh Indonesia (Apdesi), tokoh masyarakat dan organisasi masyarakat.

Dalam kesempatan tersebut, Saefuddin menjelaskan FGD merupakan bagian dari penelitian nasional yang bertujuan menganalisis efektivitas strategi Polri dalam penanggulangan narkotika, serta menggali kontribusi masyarakat dalam upaya pencegahan.

"Kejahatan narkoba merupakan extraordinary crime yang tidak bisa ditangani sendiri oleh kepolisian. Perlu sinergi semua pihak secara menyeluruh dan komprehensif," tegas Saefuddin.

FGD juga menyoroti urgensi pendekatan rehabilitatif kepada korban penyalahgunaan, serta ketersediaan data dan riset sebagai landasan kebijakan.

Metodologi dalam penelitian tersebut adalah mixed method dengan pendekatan kuantitatif melalui penyebaran angket, serta kualitatif melalui diskusi kelompok dan wawancara mendalam. 

Puslitbang Polri juga mengumpulkan data sekunder terkait kasus-kasus narkotika dan miras selama periode 2022 hingga 2024.

Sementara Anib Bastian mengapresiasi pelaksanaan FGD dan menegaskan bahwa Polres Batola terus berkomitmen dalam upaya pemberantasan narkoba melalui penegakan hukum dan pendekatan preventif.

"Upaya kami tidak hanya berupa penindakan, tetapi juga mencakup edukasi dan kolaborasi lintas sektor demi mewujudkan Batola bebas narkoba," sahut Anib.