Subuh Berdarah di Tabunganen Tengah Batola, Penyerangan Berujung Kematian

Warga Desa Tabunganen Tengah, Kecamatan Tabunganen, Barito Kuala (Batola), digegerkan perkelahian yang menyebabkan dua nyawa melayang, Kamis (31/7).

Jul 31, 2025 - 15:30
Aug 3, 2025 - 23:24
Subuh Berdarah di Tabunganen Tengah Batola, Penyerangan Berujung Kematian
Jenazah salah seorang korban meninggal dalam perkelahian di Tabunganen Tengah dievakuasi ke RSUD Ulin Banjarmasin. Foto: Istimewa

KABARKALSEL.COM, MARABAHAN - Warga Desa Tabunganen Tengah, Kecamatan Tabunganen, Barito Kuala (Batola), digegerkan perkelahian yang menyebabkan dua nyawa melayang, Kamis (31/07/2025).

Peristiwa berdarah itu terjadi sekitar pukul 05.00 Wita di depan rumah korban ID (70) yang berlokasi di RT 04. Awalnya pelaku berinisial TN (51) bersama 3 orang lain mendatangi rumah korban dengan maksud mencari DN. 

Sejalk awal kedatangan, mereka tampak sudah tak bersahabat karena sempat menggedor-gedor rumah korban. Mendengar keributan di luar rumah, MI (29) yang merupakan salah seorang anak korban, lantas berusaha menenangkan para pelaku. 

Namun ketika DN yang juga anak korban keluar rumah, situasi langsung memanas. Selanjutnya terjadi cekcok dan berujung para pelaku menyerang DN dengan senjata tajam.

Melihat kejadian itu, korban bersama MI dan SR yang merupakan istri DN, berusaha melerai perkelahian. Namun korban terkena sabetan senjata tajam yang dibawa pelaku, dan meninggal dunia di tempat kejadian.

Sejurus kemudian para pelaku meninggalkan tempat kejadian. Mereka juga melarikan TN ke Puskesmas Tabunganen karena terluka akibat terkena benda tajam. Belakangan TN juga meninggal dunia. 

Adapun jenazah korban IR selanjutnya dibawa ke Puskesmas Tabunganen bersama DN dan SR yang mengalami luka akibat senjata tajam.

Dalam kejadian tersebut, Sat Reskrim Polres Batola bersama Polsek Tabunganen mengamankan beberapa barang bukti seperti parang sepanjang 55 sentimeter milik TN dan sebilah keris dengan panjang 15 sentimeter.

Sementara untuk penyelidikan lebih jauh, jenazah ID dan TN dibawa ke ruang jenazah RSUD Ulin Banjarmasin. 

Adapun tiga pelaku penyerangan lain masing-masing berinisial RH (28), AT (22) dan AM (18), juga telah diamankan. Diketahui ketiga kakak beradik ini ikut menganiaya ID dan DN.

Mereka berpotensi dijerat dengan persangkaan melakukan tindak pidana pengeroyokan sebagaimana dimaksud Pasal 170 ayat (2) KUHPidana.

"Sat Reskrim masih melakukan pendalaman untuk memastikan motif dibalik insiden ini, termasuk keterkaitan antara para pelaku dan korban, serta kronologi lengkap," jelas Kapolres Batola AKBP Anib Bastian, melalui Kasi Humas Iptu Ma'rum.

“Diimbau masyarakat tetap tenang dan tidak terprovokasi informasi yang belum jelas benar. Lebih baik menyerahkan sepenuhnya penanganan kasus ini kepada kepolisian,” tutupnya.