Susuri Banjir Sungai Tabuk Banjar, Mensos Pastikan Rumah Warga Tak Dibiarkan Rusak

Menteri Sosial (Mensos) Saifullah Yusuf memastikan rumah warga yang mengalami kerusakan akibat banjir akan mendapatkan bantuan dari pemerintah.

Jan 4, 2026 - 23:19
Jan 5, 2026 - 20:20
Susuri Banjir Sungai Tabuk Banjar, Mensos Pastikan Rumah Warga Tak Dibiarkan Rusak
Menteri Sosial (Mensos) Saifullah Yusuf mengunjungi dapur umum yang menyediakan makanan untuk warga terdampak banjir di Desa Sungai Tabuk Keramat, Minggu (04/01/2026). Foto: MC Kalsel

KABARKALSEL.COM, MARTAPURA - Menteri Sosial (Mensos) Saifullah Yusuf memastikan rumah warga yang mengalami kerusakan akibat banjir akan mendapatkan bantuan dari pemerintah. 

Kepastian tersebut disampaikan dalam peninjauan lokasi pengungsian korban banjir di Desa Sungai Tabuk Keramat, Kecamatan Sungai Tabuk, Banjar, Minggu (04/01/2026).

Kedatangan Mensos disambut Sekretaris Daerah Provinsi (Sekdaprov) Kalimantan Selatan, Muhammad Syarifuddin, Wakil Bupati Banjar Habib Idrus Al Habsyi, Sekretaris Daerah Kabupaten (Sekdakab) Yudi Andrea, dan jajaran instansi terkait. 

Selanjutnya Saifullah menyusuri kawasan permukiman yang terendam banjir menggunakan perahu, didampingi relawan dan aparat keamanan. Banjir sendiri menggenangi rumah warga dengan ketinggian mulai dari setinggi lutut hingga paha orang dewasa. 

Dalam kesempatan lain, Mensos memastikan proses penyiapan dan penyaluran makanan untuk para pengungsi berjalan dengan baik, higienis, dan tepat waktu, terutama kelompok rentan seperti lanjut usia, ibu menyusui, dan bayi.

Kemudian untuk meringankan beban warga yang terdampak, Kementerian Sosial menyalurkan bantuan sembako kepada lebih dari 1.000 warga di Sungai Tabuk.

“Ini merupakan kerja sama antara kementerian dan pemerintah daerah, dibantu TNI dan Polri," ungkap Saifullah dikutip dari Media Center Kalimantan Selatan.

"Setiap terjadi bencana, disiapkan logistik mulai dari makanan siap saji, pakaian, tenda, kasur, hingga kebutuhan dasar lain agar pengungsi tetap terlayani sampai tahap rehabilitasi dan rekonstruksi,” imbuhnya.

Sesuai arahan Presiden Prabowo Subianto, ahli waris korban meninggal dunia akibat bencana akan menerima santunan sebesar Rp15 juta. Sedangkan korban luka berat mendapatkan bantuan Rp5 juta.

Pemerintah juga menyalurkan bantuan rekonstruksi rumah rusak berat, sedang, dan ringan melalui Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB).

Warga yang rumahnya mengalami rusak berat akan disediakan bantuan hunian sementara. Setiap keluarga juga menerima bantuan isian rumah sebesar Rp3 juta yang diberikan satu kali. 
"Pemerintah turut memberikan bantuan pembelian lauk pauk sebesar Rp450 ribu per orang per bulan selama 3 bulan," jelas Saifullah.

“Kami juga menyiapkan bantuan pemulihan ekonomi sebesar Rp5juta per keluarga yang diberikan satu kali, setelah warga pindah ke hunian sementara atau hunian tetap,” tambahnya.

Sementara Syarifuddin menambahkan Banjar menjadi prioritas penanganan banjir. Pemprov bersama BPBD dan Dinas Sosial Kalsel terus bersiaga guna memberikan layanan kepada masyarakat terdampak, termasuk penyediaan dapur umum maupun bantuan sembako.

“Untuk daerah lain, situasi relatif terkendali dan sudah surut. Makanya kami memfokuskan penanganan di Banjar, sambil terus memantau perkembangan cuaca,” sahut Syarifuddin.