Tingkatkan Mitigasi Bencana, BPBD Batola Latih Relawan Kecamatan
Langkah cepat dilakukan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Barito Kuala (Batola) dalam mengantisipasi bencana.
KABARKALSEL.COM, BANJARMASIN – Langkah cepat dilakukan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Barito Kuala (Batola) dalam mengantisipasi bencana.
Salah satunya menyelenggarakan pelatihan mitigasi bencana untuk para relawan dari 17 kecamatan. Adapun pelatihan menjadi bagian dari upaya penguatan kapasitas masyarakat dalam menghadapi ancaman bencana di wilayah.
Pelatihan digelar selama dua hari sejak, Rabu (02/07/2025) di Banjarmasin. Diikuti oleh sekitar 40 relawan dari seluruh kecamatan.
"Relawan adalah ujung tombak penanganan bencana, sehingga perlu dibekali dengan kemampuan yang memadai agar dapat memberikan respons cepat dan tepat," papar Mirwan Efendi Siregar, Plt Kalak BPBD Batola.
"Diharapkan pelatihan dapat meningkatkan pengetahuan dan keterampilan relawan dalam hal penanggulangan bencana, mulai dari tahap mitigasi, kesiapsiagaan, hingga tanggap darurat," imbuhnya.
Materi pelatihan mencakup peran dan fungsi relawan dalam membangun ketangguhan masyarakat, hingga manajemen penanggulangan bencana.
Relawan juga mendapatkan pelatihan Pengkajian Kebutuhan Pascabencana (Jitupasna) yang meliputi penilaian dampak bencana, perkiraan kebutuhan, dan merekomendasikan strategi pemulihan pascabencana.
Instruktur pelatihan di antaranya Kabid Pencegahan dan Kesiapsiagan BPBD Kalimantan Selatan, Bambang Dedi Mulyadi, serta Zia Ul Haq dan Irmansyah Hadi dari BPBD Batola.
Diketahui potensi bencana terdekat adalah karhutla, seiring awal kemarau yang diprediksi tersebar mulai Mei dan mencapai puncak Agustus 2025.
Sebagian besar wilayah Kalsel atau sekitar 96,6 persen diperkirakan mengalami musim kemarau dengan sifat normal.
Sedangkan sisanya atau 3,4 persen diprakirakan di bawah normal. Adapun durasi kemarau sepanjang 2025 bervariasi mulai dari 7 hingga 18 dasarian.