4 ABK Terjebak Dalam Manhole Tongkang di Sungai Barito Batola, Seorang Korban Ditemukan Tewas
Sebanyak empat Anak Buah Kapal (ABK) dilaporkan meninggal dunia, setelah terjebak dalam manhole sebuah tongkang di Sungai Barito, Desa Sungai Tunjang, Kecamatan Cerbon, Barito Kuala (Batola), Selasa (06/05/2026).
KABARKALSEL.COM, MARABAHAN - Sebanyak 4 Anak Buah Kapal (ABK) dilaporkan terjebak dalam manhole sebuah tongkang di Sungai Barito, Desa Sungai Tunjang, Kecamatan Cerbon, Barito Kuala (Batola), Selasa (06/05/2026).
Peristiwa bermula sekitar pukul 14.00 Wita, ketika kru TB Samudra Jaya 1 melakukan pengecekan rutin di bagian manhole kapal tongkang BG Samudra Jaya 2.
Aktivitas yang semula tampak prosedural tersebut, kemudian berubah menjadi situasi darurat. Setelah penutup manhole dibuka, kapten kapal yang turun lebih dahulu tiba-tiba terjatuh dari tangga.
Selanjutnya ketiga kru lain mencoba memberikan pertolongan dengan turun ke manhole. Namun mereka ikut terjebak dan mengalami kondisi serupa.
Oleh kru kapal lain, kejadian tersebut dilaporkan ke Kantor Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) Banjarmasin. Kemudian sekitar pukul 17.20 Wita, diberangkatkan tim rescue berjumlah 10 personel ke lokasi kejadian.
Menggunakan 2 unit rescue car, mereka membawa peralatan khusus penanganan ruang terbatas, termasuk Self Contained Breathing Apparatus (SCBA) dan detektor gas.
Seorang korban berhasil dievakuasi lebih awal dalam kondisi meninggal dunia, karena diduga terhirup gas beracun dalam confined space. Sementara korban lain dilaporkan masih berada di bawah tangga manhole.
SAR Mission Coordinator (SMC), I Putu Sudayana, menjelaskan proses evakuasi dilakukan dengan kehati-hatian tinggi mengingat risiko besar dalam ruang tertutup.
“Ruang terbatas seperti manhole memiliki potensi bahaya yang tidak terlihat, seperti gas beracun atau kekurangan oksigen. Makanya kami menggunakan peralatan khusus agar tidak menambah korban,” jelasnya.
Selain Basarnas Banjarmasin, operasi penyelamatan melibatkan Ditpolairud Polda Kalimantan Selatan, Satpolairud Polres Batola, TNI AL, dan KSOP Sungai Puting, serta dibantu relawan setempat.



