Anggaran MTQN Kalsel 2026 di Batola Disorot, Diduga Menghabiskan Rp46 Miliar
Isu mengenai besaran anggaran penyelenggaraan Musabaqah Tilawatil Quran Nasional (MTQN) XXXVII Tingkat Provinsi Kalimantan Selatan 2026 di Barito Kuala (Batola), menjadi perbincangan di media sosial dalam beberapa hari terakhir.
KABARKALSEL.COM, MARABAHAN – Isu mengenai besaran anggaran penyelenggaraan Musabaqah Tilawatil Quran Nasional (MTQN) XXXVII Tingkat Provinsi Kalimantan Selatan 2026 di Barito Kuala (Batola), menjadi perbincangan di media sosial dalam beberapa hari terakhir.
Sejumlah unggahan di Facebook dan WhatsApp Group menyatakan anggaran penyelenggaraan MTQN XXXVII Kalsel 2026 terlalu tinggi atau high budget.
"Diduga penyelenggaraan MTQ Nasional XXXVII di Batola Tingkat Provinsi Kalsel tidak semewah anggaran 46 miliar yang dikeluarkan? Kemana saja uangnya? Untuk apa saja? Siapa yang mengatur?" demikian isi unggahan tersebut.
Unggahan itu pun banyak mendapat komentar warganet. Sebagian besar mempercayai kabar yang beredar dan menginginkan aparat penegak hukum turun tangan.
Baca Juga:
Buka MTQN XXXVII Kalsel, Gubernur Soroti Tantangan Media Sosial dan Game Online
Banjarmasin Juara Umum MTQN XXXVII Kalsel 2026, Geser Dominasi Banjar
Belakangan kabar tersebut diklarifikasi Sekretaris Daerah Kabupaten (Sekdakab) sekaligus Ketua Lembaga Pengembangan Tilawatil Qur'an (LPTQ) Batola, H Zulkipli Yadi Noor, Senin (13/07/2026).
"Anggaran penyelenggaraan MTQN XXXVII Kalsel 2026 bukan sebesar Rp46 miliar seperti yang beredar, tetapi sekitar Rp13,5 miliar," tegas Zulkipli.
"Seluruh anggaran diperuntukkan membiayai kebutuhan penyelenggaraan seperti konsumsi peserta dan panitia, hadiah, operasional panitia, orientasi dewan hakim, penyediaan venue, hingga pelaksanaan seremoni pembukaan dan penutupan," imbuhnya.
Selain sebelum dan selama pelaksanaan, anggaran yang tersedia juga mencakup bonus untuk para pemenang. Bahkan bonus berupa paket umrah tidak hanya diberikan kepada kafilah terbaik Batola.
Bupati H Bahrul Ilmi menyerahkan secara simbolis bonus umrah kepada salah seorang peserta terbaik Barito Kuala di MTQN XXXVII Kalsel 2026, Senin (13/07/2026). Foto: Prokopim Batola
"Bonus berbentuk umrah tidak hanya untuk kafilah Batola, tetapi juga diberikan masing-masing satu kuota kepada kafilah terbaik atau terpilih dari seluruh kabupaten/kota lain," jelas Zulkipli.
Mengingat banyak kebutuhan yang harus dibiayai, anggaran penyelenggaraan sebesar Rp13,5 miliar dinilai efisien jika dibandingkan dengan skala kegiatan yang melibatkan ribuan orang dari peserta, ofisial, dewan hakim, dan tamu.
"Malah Batola mendapat banyak apresiasi dari daerah peserta, karena MTQN XXXVII Kalsel 2026 dinilai berlangsung sukses," beber Zulkipli.
Batola sendiri sebelumnya telah tiga kali atau kurang lebih 16 tahun menunda kesempatan menjadi tuan rumah MTQN Tingkat Provinsi Kalsel. Penyebab penundaan adalah anggaran yang belum memadai.
Baca Juga:
Kafilah Batola Raih Peringkat Ketiga MTQN Kalsel 2026, DPRD Apresiasi Peningkatan Prestasi
MTQN XXXVII Kalsel 2026 Segera Dibuka, Ratusan Kafilah Mulai Memadati Marabahan
"Oleh karena sudah tiga kali menunda, akhirnya Batola mengambil kesempatan menjadi tuan rumah MTQN XXXVII Kalsel 2026," ungkap Zulkipli.
Terkait unggahan yang beredar di media sosial, Pemkab Batola menyayangkan informasi tersebut disebarkan tanpa terlebih dahulu dikonfirmasi kepada pihak terkait.
"Kami sangat terbuka dengan permintaan informasi ataupun penjelasan," papar Zulkipli yang didampingi Asisten Bidang Pemerintahan dan Kesra, Joko Sumitro, dan Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Aris Saputera.
"Namun apabila informasi tidak benar itu terus disebarkan dan yang bersangkutan tidak beritikad meralat, tentu kami akan mempertimbangkan untuk ditindaklanjuti sesuai ketentuan berlaku," tutupnya.
MTQN XXXVII Kalsel 2026 berlangsung 20 hingga 25 Juni 2026. Banjarmasin berhasil menjadi juara umum, diikuti Banjar sebagai runner up dan Batola di peringkat ketiga.

