Sempat Berkali-kali Gagal, UMKM Telur Asin Munawwar Batola Kini Laris hingga Provinsi Tetangga
Bermodal kemauan belajar dan pantang menyerah, Norannisa berhasil mengubah usaha telur asin rumahan menjadi UMKM yang berkembang pesat di Barito Kuala (Batola).
KABARKALSEL.COM, MARABAHAN - Bermodal kemauan belajar dan pantang menyerah, Norannisa berhasil mengubah usaha telur asin rumahan menjadi UMKM yang berkembang pesat di Barito Kuala (Batola).
Dijual dengan merek dagang Telur Asin Munawwar, sekarang warga Handil Mahang, Desa Tinggiran Tengah, Kecamatan Mekarsari ini terus disibukkan dengan pesanan dari berbagai daerah.
"Alhamdulillah sekarang kami menerima pesanan rata-rata 20 rak telur per minggu. Tidak cuma di Kalimantan Selatan, kami juga memiliki pelanggan dari Kalimantan Tengah," ungkap Norannisa, Selasa (04/08/2026).
Tentunya pencapaian tersebut tidak diperoleh semudah membalik telapak tangan. Terlebih Norannisa tak memiliki latar belakang sebagai pembuat telur asin dan hanya belajar secara otodidak.
Dengan prinsip UMKM berkelanjutan, Norannisa mulai mengembangkan kerupuk telur asin yang dibuat dari telur asin retak atau tidak layak dijual sebagai bahan baku utama. Foto: Kabar Kalsel
Berbagai video di YouTube menjadi referensi awal, kemudian diperdalam melalui diskusi bersama perajin yang lebih berpengalaman.
"Awalnya kami hanya ingin membuat telur asin untuk konsumsi keluarga. Lantas mulai 2023, kami berpikir memproduksi lebih banyak dan menjual telur asin," beber Norannisa.
Namun hasil pertama jauh dari harapan. Selama hampir tiga bulan, perempuan berusia 30 tahun ini harus melalui proses trial and error untuk menemukan cita rasa, tingkat kematangan, dan kualitas produk yang sesuai.
Selama menjalani proses belajar, Annisa juga tetap menjalankan aktivitas sebagai pengajar di Pondok Pesantren Al-Munawwir.
Baca Juga:
Lewat Pemilihan Wiramuda Berprestasi, Dispora Kalsel Dorong Produk Lokal Tembus Pasar Nasional
Dispora Kalsel Dorong Pemuda Menjadi Entrepreneur Lewat Pelatihan Wiramuda 2025
Dukungan penuh dari sang suami, Rizali Norhadi, ikut menjadi penyemangat hingga akhirnya kegagalan Norannisa bukan ujung perjalanan, melainkan biaya yang harus dibayar untuk belajar menjadi lebih baik.
Memasuki pertengahan 2024, setelah memperoleh sertifikat halal, Norannisa mulai percaya diri meningkatkan kapasitas produksi.
Pemasaran dilakukan secara sederhana. Dimulai dengan mengandalkan promosi dari mulut ke mulut, memanfaatkan aplikasi percakapan, serta menitipkan produk di sejumlah warung.
Perlahan kualitas Telur Asin Munawwar mulai dikenal masyarakat dengan keunggulan cita rasa yang gurih dengan tingkat keasinan yang pas.
Bermodal kemauan belajar dan pantang menyerah, Norannisa berhasil mengubah usaha telur asin rumahan menjadi UMKM yang berkembang pesat di Batola. Foto: Kabar Kalsel
Keunggulan lain adalah ukuran telur lebih seragam, dan kebersihan produk dinilai lebih baik dibandingkan sejumlah produk sejenis di pasaran.
Seluruh bahan baku telur juga diperoleh dari peternak lokal di Tamban, Tabunganen, termasuk Mekarsari. Langkah ini tidak hanya menjaga kualitas bahan baku, tetapi juga ikut menggerakkan perekonomian peternak di Batola.
Sesuai prinsip UMKM yang berkelanjutan, Norannisa tidak hanya terpaku dengan telur asin, tetapi terus berinovasi agar tidak sedikit pun bahan baku yang terbuang percuma.
Akhirnya mulai 2026, Annisa mulai mengembangkan kerupuk telur asin yang dibuat dari telur asin retak atau tidak layak dijual sebagai bahan baku utama.
Baca Juga:
UMKM Tanah Bumbu Tembus Pasar Luar Negeri, Keripik Talas Laris di Malaysia
DPRD Batola Godok Perda Ekonomi Kreatif dan HKI, UMKM Siap Naik Kelas
Produk tersebut dipasarkan dalam varian siap santap dan kerupuk mentah yang dapat digoreng sendiri di rumah. Sekarang produk inovasi ini masih dalam proses pengurusan sertifikat halal.
Kedepan Norannisa juga tengah menyiapkan inovasi baru berupa saus telur asin, sekaligus berusaha mewujudkan cita-cita membangun rumah produksi sendiri yang dibiayai dari keuntungan usaha.
Tidak hanya penambahan pelanggan, konsistensi dan inovasi yang ditunjukkan Norannisa juga mendapat apresiasi pemerintah daerah.
Dalam Pemilihan Wiramuda Berprestasi Tingkat Provinsi 2026 yang diselenggarakan Dinas Kepemudaan dan Olahraga (Dispora) Kalimantan Selatan, ibu satu anak tersebut berhasil menjadi terbaik pertama.
Dalam Pemilihan Wiramuda Berprestasi Tingkat Provinsi 2026 yang diselenggarakan Dinas Kepemudaan dan Olahraga (Dispora) Kalsel dan difasilitasi Dinas Kepemudaan Olahraga Budaya dan Pariwisata (Disporbudpar) Batola, Norannisa berhasil menjadi terbaik pertama. Foto: Istimewa
Tidak sekadar mencari predikat terbaik, Pemilihan Wiramuda Berprestasi Tingkat Provinsi Kalsel 2026 juga memberi Norannisa sejumlah pengalaman berharga dalam upaya peningkatan usaha.
"Khususnya telur asin, komentar juri semuanya positif. Mulai dari usaha yang sudah berkembang, memberdayakan masyarakat sekitar dan UMKM lain, serta bentuk pengemasan," jelas Norannisa.
"Sedangkan kerupuk telur asin didorong untuk dipromosikan melalui jejaring, pengemasan lebih higienis dan ramah lingkungan," tutupnya.

