Angkatan Kerja Kalsel Capai 2,15 Juta Orang, Sektor Pertanian Penopang Utama
Kendati terjadi kenaikan di sektor lain, pertanian masih menjadi penyerap tenaga kerja terbesar di Kalimantan Selatan.
KABARKALSEL.COM, BANJARBARU - Kendati terjadi kenaikan di sektor lain, pertanian masih menjadi penyerap tenaga kerja terbesar di Kalimantan Selatan.
Berdasarkan hasil Survei Angkatan Kerja Nasional (Sakernas) yang dirilis Badan Pusat Statistik (BPS) Kalsel per Agustus 2025, jumlah Penduduk Usia Kerja (PUK) atau berumur 15 tahun ke atas di Kalsel mencapai 3,21 juta orang atau meningkat 47,39 ribu orang dibanding periode yang sama tahun sebelumnya.
Dari total PUK, sebanyak 2,24 juta orang masuk dalam kategori angkatan kerja yang terdiri atas 2,15 juta orang penduduk bekerja dan 93.409 orang pengangguran.
“Dibandingkan Agustus 2024, baik jumlah angkatan kerja, penduduk bekerja, maupun pengangguran sama-sama mengalami kenaikan," papar Kepala BPS Kalsel, Mukhamad Mukhanif, Kamis (06/11/2025).
"Namun peningkatan jumlah pengangguran relatif kecil, karena hanya sekitar 153 orang. Sedangkan jumlah angkatan kerja sebanyak 24,02 ribu orang dan jumlah penduduk bekerja 23,86 ribu orang," imbuhnya.
Di sisi lain, Tingkat Partisipasi Angkatan Kerja (TPAK) per Agustus 2025 tercatat 69,93 persen. Meski mengalami kenaikan 0,17 persen poin dibanding Agustus 2023, angka ini turun 0,29 persen poin dibanding Agustus 2024.
“Sementara kalau dilihat menurut jenis kelamin, partisipasi laki-laki jauh lebih tinggi dibanding perempuan. TPAK laki-laki tercatat sebesar 84,48 persen, sedangkan perempuan 55,18 persen,” beber Mukhanif.
Namun baik laki-laki maupun perempuan sama-sama menunjukkan sedikit penurunan dibanding tahun sebelumnya masing-masing sebesar 0,23 dan 0,34 persen poin.
Adapun struktur ketenagakerjaan di Kalsel masih didominasi oleh sektor tradisional. BPS menemukan sektor pertanian, kehutanan, dan perikanan menjadi penyerap tenaga kerja terbesar hingga 27,00 persen.
Disusul perdagangan besar dan eceran, serta reparasi dan perawatan kendaraan bermotor sebesar 19,01 persen, diikuti penyediaan akomodasi dan makan minum sebesar 8,91 persen.
Sedangkan tiga sektor yang mencatat pertumbuhan tenaga kerja tertinggi dibanding 2024 adalah industri pengolahan yang naik 20,88 ribu orang.
Kemudian pengangkutan dan pergudangan naik 19,36 ribu orang, serta penyediaan akomodasi dan makan minum naik 9,74 ribu orang.
Meski pertanian masih dominan, peningkatan di sektor industri pengolahan dan transportasi menandakan diversifikasi ekonomi di Kalsel.