Atasi Banjir di Banua Enam, Pemprov Kalsel Dukungan Pembuatan Sodetan Menuju DAS Barito

Feb 11, 2026 - 20:45
Feb 13, 2026 - 00:48
Atasi Banjir di Banua Enam, Pemprov Kalsel Dukungan Pembuatan Sodetan Menuju DAS Barito
Pelaksanaan Rakor Rencana Pengendalian Banjir Banua Anam yang dibuka Gubernur Kalsel, H Muhidin, di Aula Idham Khalid, Amuntai, Rabu (11/02/2026). Foto: Biro Adpim Kalsel

KABARKALSEL.COM, AMUNTAI  - Menanggulangi masalah banjir yang berulang di Banua Enam, Pemprov Kalimantan Selatan juga mendorong pembuatan sodetan sungai di Hulu Sungai Utara (HSU).

Sodetan tersebut menjadi langkah penanganan banjir di Banua Anam yang meliputi Hulu Sungai Utara, Hulu Sungai Selatan, Hulu Sungai Tengah, Balangan, Tabalong, dan Tapin.

Adapun sodetan berfungsi mengalirkan air dari Tabalong dan Balangan yang diarahkan langsung menuju Daerah Aliran Sungai (DAS) Barito.

“Keberadaan sodetan diharapkan mempercepat pembuangan air langsung ke Sungai Barito," beber Muhidin dalam Rakor Rencana Pengendalian Banjir Banua Anam di Aula Idham Khalid, Amuntai, Rabu (11/02/2026).
 
"Dengan demikian, debit air dari sejumlah daerah tidak terkonsentrasi di satu titik (HSU). Juga dapat menekan potensi luapan ketika curah hujan tinggi,” imbuhnya.

HSU sendiri memiliki keterbatasan anggaran sekitar Rp10 miliar untuk mendukung tahap awal pembangunan sodetan tersebut.

"Apabila kebutuhan anggaran melebihi kemampuan fiskal kabupaten, Pemprov Kalsel siap memberikan dukungan sesuai kapasitas keuangan daerah agar proyek dapat direalisasikan bertahap," tegas Muhidin.

Sementara Sekretaris Daerah Kabupaten (Sekdakab) HSU Adi Lesmana menjelaskan rencana pembangunan sodetan masih dalam tahap pematangan teknis, termasuk penentuan trase dan perhitungan kapasitas aliran.

Panjang sodetan yang direncanakan cukup signifikan dan sebagian trase berada di kawasan hutan, serta lintas kabupaten.

“Seluruh tahapan pembangunan akan disesuaikan dengan kajian teknis dan aspek lingkungan agar proyek tersebut efektif mendukung pengendalian banjir jangka panjang, serta meminimalkan dampak sosial dan ekologis,” beber Adi.