Banjir Tak Kunjung Surut, Puluhan Warga Antasan Segera Batola Terisolasi

Akibat banjir yang tak kunjung surut, puluhan warga Desa Antasan Segera di Kecamatan Mandastana, Barito Kuala (Batola), terisolir dari lingkungan sekitar.

Jan 14, 2026 - 08:09
Jan 15, 2026 - 21:26
Banjir Tak Kunjung Surut, Puluhan Warga Antasan Segera Batola Terisolasi
Sebuah perahu karet bantuan BNPB dan dioperasionalkan BPBD Batola sebagai alat penyeberangan warga di Desa Jejangkit Muara. Foto: Istimewa

KABARKALSEL.COM, MARABAHAN - Akibat banjir yang tak kunjung surut, puluhan warga Desa Antasan Segera di Kecamatan Mandastana, Barito Kuala (Batola), terisolasi dari lingkungan luar.

Tercatat 20 kepala keluarga atau 58 jiwa yang terisolasi, karena jalan telah direndam banjir setinggi sekitar 1 meter. Semua warga yang terisolir merupakan eks transmigrasi.

"Dari sepanjang 12.000 meter jalan desa, bagian yang tidak terendam hanya tersisa sekitar 80 meter. Sedangkan ketinggian air di jalan dari 50 hingga 100 sentimeter (1 meter)," ungkap Kepala Desa Antasan Segera, Khairul Rahman, Rabu (14/01/2026).

Akibatnya akses keluar masuk desa sudah tidak mungkin menggunakan kendaraan bermotor. Warga pun sangat tergantung dengan alat transportasi air seperti jukung dan kelotok.

"Sebanyak 20 kepala keluarga yang terisolasi itu tidak memiliki kelotok maupun jukung. Dikhawatirkan di antara mereka mengalami sakit atau kebutuhan urgensi lain," jelas Khairul.

"Mengingat debit air tercatat meningkat 5 sentimeter dibanding sebelumnya, kami juga berharap pemerintah daerah maupun pihak lain membantu pengadaan kelotok kecil, khusus untuk warga yang terisolasi," tegasnya.

Total tercatat sebanyak 210 rumah yang terdampak banjir di Antasan Segera dengan ketinggan air dalam rumah antara 10 hingga 73 sentimeter.

Sedangkan warga yang terdampak banjir berjumlah 250 kepala keluarga atau 751 jiwa. Di antara warga terdapat 60 balita dan 5 ibu hamil.