Bantu Dapur Umum di Aceh Tamiang, Tagana Kalsel Siapkan 6.000 Porsi Makan Setiap Hari

Setibanya di lokasi bencana longsor dan banjir di Aceh Tamiang, Aceh, 4 personel Taruna Siaga Bencana (Tagana) Kalimantan Selatan langsung berpartisipasi dalam penanganan korban.

Dec 13, 2025 - 23:23
Dec 14, 2025 - 00:23
Bantu Dapur Umum di Aceh Tamiang, Tagana Kalsel Siapkan 6.000 Porsi Makan Setiap Hari
Personel Tagana dan Kwarda Pramuka Kalsel membungkus nasi di dapur umum untuk warga terdampak banjir dan longsor di Aceh Tamiang. Foto: MC Kalsel

KABARKALSEL.COM, KARANG BARU - Setibanya di lokasi bencana longsor dan banjir di Aceh Tamiang, Aceh, 4 personel Taruna Siaga Bencana (Tagana) Kalimantan Selatan langsung berpartisipasi dalam penanganan korban. 

Kalsel tercatat mengirimkan 22 personel relawan yang terdiri dari Tagana dan Kwarda Pramuka Kalsel. Setibanya di lokasi bencana, mereka disebar ke berbagai daerah di Sumatera.

4 personel di antaranya ditempatkan di Aceh Tamiang guna membantu pengoperasian dapur umum. Sedangkan sisanya disebar ke Kuranji di Sumatera Barat.

Selama operasional dapur umum, mereka bergabung bersama tim lintas sektor dari berbagai provinsi. Mulai dari membantu proses pengolahan hingga pendistribusian makanan.

Melalui dapur umum yang beroperasi, Tagana Kalsel melayani penyediaan konsumsi sebanyak 6.000 porsi makanan setiap hari. Makanan dimasak dan disalurkan kepada masyarakat terdampak setiap pagi dan sore hari.

"Keterlibatan Tagana Kalsel tidak hanya sebatas bantuan tenaga," papar Kepala Dinas Sosial Kalsel, Muhammad Farhanie, melalui Kabid Penanganan Bencana, Achmadi, Sabtu (14/12/2025).

"Mereka juga hadir sebagai bentuk dukungan moril kepada masyarakat yang sedang mengalami musibah. Kami berharap kehadiran mereka dapat memberikan manfaat nyata kepada masyarakat terdampak," imbuhnya.

Adapun di Kuranji, belasan personel Tagana dan Kwarda Pramuka Kalsel terlibat langsung dalam pembuatan maupun penyiapan lahan hunian sementara untuk masyarakat terdampak.

Sejak pagi hingga sore bersama relawan dari berbagai provinsi, mereka melakukan pembersihan lokasi dari lumpur, hingga meratakan lahan.