Barito Putera Tanpa 3 Pilar, PSS Sleman Bersiap Curi Poin
Pertarungan panas tersaji dalam lanjutan Pegadaian Championship 2025/2026, ketika Barito Putera menjamu PSS Sleman di Stadion 17 Mei, Banjarmasin, Sabtu (11/4/2026) pukul 20.00 Wita.
KABARKALSEL.COM, BANJARMASIN - Pertarungan panas tersaji dalam lanjutan Pegadaian Championship 2025/2026, ketika Barito Putera menjamu PSS Sleman di Stadion 17 Mei, Banjarmasin, Sabtu (11/4/2026) pukul 20.00 Wita.
Pertandingan tersebut tidak berstatus biasa-biasa saja, karena ibarat final dini dalam perebutan tiket promosi ke Super League yang merupakan kasta tertinggi sepak bola nasional.
Dengan 3 pertandingan sisa di putaran terakhir, PSS masih bercokol di posis teratas klasemen sementara Grup B. Sedangkan Barito Putera berada di urutan ketiga dengan selisih 4 poin dari PSS.
Diketahui hanya peringkat teratas dari masing-masing grup yang mendapatkan tiket promosi langsung ke Super League. Untuk sementara posisi ini ditempati Adhyaksa FC Banten di Grup A dan PSS di Grup B.
Sedangkan peringkat kedua dari masing-masing grup, bertanding di final playoff untuk memperebutkan satu tiket promosi tersisa.
Hingga matchday 23, Persipura Jayapura menempati peringkat kedua Grup B dengan 46 poin. Adapun runner up Grup A ditempati Garudayaksa yang mengoleksi 42 poin.
Situasi tersebut membuat kemenangan akan sangat berarti, khususnya Barito Putera yang berusaha memangkas selisih poin, sembari berharap Persipura dikalahkan Persela Lamongan, Sabtu (11/4/2026).
“Kami harus menang dan tidak memiliki pilihan lain. Bermain di kandang dengan dukungan suporter adalah momentum yang tidak boleh disia-siakan,” tegas pelatih Barito Putera, Stefano Cugurra Rodrigues, dalam prematch press conference.
Namun Barito Putera juga menghadapi tantangan serius. Rizky Rizaldi Pora, Aditya Daffa dan Bagas Kaffa yang notabene pemain pilar, dipastikan absen akibat akumulasi kartu.
“Kami punya pemain lain yang siap mengisi. Ini bukan alasan untuk tidak bermain maksimal. Kami juga memiliki suporter yang siap mendukung," tukas Cugurra.
Sepanjang Pegadaian Championship 2025/2026, kedua klub telah bentrok dua kali dengan hasil yang selalu seri masing-masing dengan skor 1-1 dan 0-0.
“Artinya kedua klub sudah sama-sama tahu kekuatan masing-masing. Barito Putera juga punya taktik tersendiri, sedangkan kami pun tidak memiliki taktik khusus yang berbeda,” sahut Ansyari Lubis, pelatih PSS Sleman.
“Namun yang terpenting adalah semua pemain harus memiliki motivasi untuk wajib mengambil poin. Pertandingan melawan Barito akan berarti besar untuk perjalanan kami,” tambahnya.
Kondisi PSS sendiri terbilang lebih baik. Seluruh pemain dalam kondisi siap tempur tanpa kendala akumulasi kartu maupun cedera. Demikian pula gelandang Mohammad Kanu Helmiawan yang sempat absen.



