Anggaran Olahraga Kalsel Dipangkas 70 Persen, Dispora Tetap Kejar Prestasi Atlet

Tantangan berat dihadapi Dinas Kepemudaan dan Olahraga (Dispora) Kalimantan Selatan dalam tahun anggaran 2026.

May 15, 2026 - 23:01
May 15, 2026 - 23:02
Anggaran Olahraga Kalsel Dipangkas 70 Persen, Dispora Tetap Kejar Prestasi Atlet
Para atlet Kalimantan Selatan ketika mengikuti pembukaan PON XXI Aceh-Sumatera Utara 2024. Foto: Istimewa

KABARKALSEL.COM, BANJARMASIN - Tantangan berat dihadapi Dinas Kepemudaan dan Olahraga (Dispora) Kalimantan Selatan dalam tahun anggaran 2026.

Penyebabnya penganggaran sektor kepemudaan dan olahraga mengalami efisiensi besar-besaran hingga hampir 70 persen.

Tercatat anggaran yang sebelumnya mencapai Rp200 miliar, tersisa sekitar Rp70 miliar untuk mendukung seluruh program kepemudaan dan olahraga.

Dampak selanjutnya terbilang besar, karena hanya beberapa cabang olahraga yang dipastikan memperoleh dukungan hibah 2026 hingga 2027.

“Walaupun efisiensi besar, kami tetap berupaya menjaga prestasi melalui dukungan pembinaan dan keikutsertaan atlet dalam berbagai kejuaraan,” papar Kabid Peningkatan Prestasi Olahraga Dispora Kalsel, Heru Susmianto, Jumat (15/05/2026).

"Tentunya pengalaman bertanding tetap menjadi faktor penting untuk menjaga mental, kualitas permainan, dan daya saing atlet di tengah persaingan olahraga nasional," sambungnya.

Prestasi Kalsel sendiri terbilang membaik dalam beberapa tahun terakhir. Sebut saja di PON 2024, Kalsel mampu menempati peringkat 15 dengan koleksi 15 emas, 15 perak, dan 26 perunggu. 

Adapun di PON 2016, Kalsel finis di posisi 16 dengan perolehan 9 emas, 10 perak, dan 18 perunggu. Sedangkan di  PON 2021, Kalsel anjlok ke posisi 22 dengan perolehan 4 emas, 9 perak, dan 12 perunggu.

“Kalau pembinaan tidak dijaga, dikhawatirkan prestasi yang sudah lama sudah dibangun bisa menurun di masa mendatang,” tukas Heru.

Selain fokus pembinaan, Dispora Kalsel juga tengah menyusun Desain Olahraga Daerah (DOD) sebagai tindak lanjut Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2022 tentang Keolahragaan.

Penyusunan desain tersebut akan menentukan cabang olahraga unggulan yang menjadi prioritas pembinaan di tingkat provinsi, sekaligus memastikan efektivitas pembangunan keolahragaan.