Barito Putera vs Persipura Jayapura: Ujian Konsistensi Sang Pemuncak
Memasuki paruh kedua Pegadaian Champinship 2025/2026 dengan status sebagai pemuncak klasemen sementara, konsistensi Barito Putera bakal diuji Persipura Jayapura di Stadion 17 Mei Banjarmasin, Sabtu (17/01/2026) sore.
KABARKALSEL.COM, BANJARMASIN - Memasuki paruh kedua Pegadaian Champinship 2025/2026 dengan status sebagai pemuncak klasemen sementara, konsistensi Barito Putera bakal diuji Persipura Jayapura di Stadion 17 Mei Banjarmasin, Sabtu (17/01/2026) sore.
Konsistensi memang menjadi fondasi utama perjalanan Laskar Antasari sepanjang musim dengan catatan impresif yang sulit diabaikan.
Dari total 15 pertandingan, mereka sukses mengoleksi 11 kemenangan, 2 imbang, dan 2 kekalahan. Lebih dari sekadar dominan, Barito Putera juga tampil solid, terutama di lini belakang. Mereka baru kebobolan 4 gol berbanding 22 gol yang sudah dicetak.
Tren positif itu berlanjut dalam 5 pertandingan terakhir. Meski hanya bermain imbang melawan Persela Lamongan di pertandingan terakhir, Barito Putera sebelumnya menyapu bersih kemenangan atas Persiku Kudus, PSIS Semarang, Persipal Palu, dan Deltras Sidoarjo.
Keuntungan semakin terasa, karena pertandingan akan digelar di Stadion 17 Mei Banjarmasin. Bermain di hadapan publik sendiri, Barito Putera dikenal sulit ditaklukkan.
“Kami bermain di kandang dan target sudah jelas. Kami harus tampil maksimal dan berusaha menang melawan Persipura,” ungkap pelatih Barito Putera, Stefano Cugurra, dalam prematch conference.
“Hasil pertandingan terakhir cukup baik dan berdampak kepada mental pemain. Kami berharap dukungan penuh dari suporter di stadion,” tambahnya.
Duet Fabiano Beltrame dan Renan Alves menjadi tembok kokoh di sektor pertahanan. Namun kontra Persipura, Fabiano dipastikan absen akibat menerima kartu merah dalam pertandingan kontra Persela.
Sedangkan Persipura bukan datang menyerahkan diri, karena sekarang menempati posisi ketiga klasemen dengan 32 poin atau hanya terpaut 3 angka dari Barito Putera.
Ditangani Rahmad Darmawan yang juga pernah melatih Barito Putera, Si Mutiara Hitam berhasil meraih kemenangan 1-0 di putaran pertama.
“Barito Putera adalah pemuncak klasemen dan mereka membangun skuat dengan baik. Kami harus fokus, cerdas mengambil keputusan, dan disiplin," sahut Rahmad Darmawan.
Performa Persipura juga sedang berada dalam tren positif. Dari 5 pertandingan terakhir, mereka mencatatkan 4 kemenangan dan 1 kekalahan. Produktivitas lini serang menjadi kekuatan utama dengan total 21 gol atau tertinggi kedua di Pegadaian Championship.
Nama Matheus Vieira da Silva menjadi ancaman utama, setelah mengoleksi 8 gol. Matheus juga didukung kecepatan dan pergerakan aktif Rumakiek Ramai atau Gunansar Mandowen.
Diprediksi pertandingan akan berlangsung ketat. Barito Putera mengandalkan organisasi permainan rapi dan pertahanan disiplin, sementara Persipura tampil lebih fleksibel dengan variasi serangan dari sisi sayap maupun tengah.
Kemudian faktor disiplin, efektivitas penyelesaian akhir, dan situasi bola mati diprediksi menjadi penentu hasil akhir. Khusus bola mati, kedia klub sama-sama memiliki eksekutor dan target man yang berbahaya.
Adapun secara historis, Persipura masih unggul dalam rekor pertemuan. Dari 14 pertandingan di semua kompetisi, Persipura meraih 8 kemenangan, Barito Putera mendapatkan 3 kemenangan dan 3 imbang.