Bawa Sasirangan ke Pasar Global, Dekranasda Kalsel Gandeng Desainer Irmasari Joedawinata

Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Kalimantan Selatan mengambil langkah strategis dalam membawa kain sasirangan ke pasar global.

Aug 8, 2025 - 19:24
Aug 9, 2025 - 06:39
Bawa Sasirangan ke Pasar Global, Dekranasda Kalsel Gandeng Desainer Irmasari Joedawinata
Ketua Dekranasda Kalsel, Fathul Jannah, tampil bersama para model yang mengenakan rancangan sasirangan karya Irmasari Joedawinata dalam Parade Wastra Nusantara 2025 di Grand Atrium Kota Kasablanka, Tebet, Jakarta Selatan, Jumat (08/08/2025). Foto: Fimela

KABARKALSEL.COM, JAKARTA - Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Kalimantan Selatan mengambil langkah strategis dalam membawa kain sasirangan ke pasar global.

Mereka menggandeng desainer nasional Irmasari Joedawinata guna mengembangkan dan memperkaya inovasi desain kain sasirangan dengan berbagai bentuk busana modern, elegan, dan siap pakai.

Bahkan sebelas rancangan sasirangan karya Irmasari Joedawinata bertajuk Echoes of Borneo, telah ditampilkan dalam Parade Wastra Nusantara 2025 di Grand Atrium Kota Kasablanka, Tebet, Jakarta Selatan, Jumat (08/08/2025).

“Kami ingin para perajin lokal tidak hanya melestarikan tradisi, tetapi juga menjadi pelaku ekonomi kreatif yang mandiri dan inovatif,” papar Ketua Dekranasda Kalsel, Hj Fathul Jannah, dalam kegiatan tersebut.

“Kami ingin dunia mengenal sasirangan sebagai warisan budaya yang kaya makna dan pantas tampil di panggung dunia. Dengan kolaborasi profesional, kami yakin sasirangan bisa menjadi ikon wastra global,” imbuhnya.

Sebagai upaya pengembangan, Dekranasda Kalsel mulai merintis ekosistem wastra yang saling mendukung dan tumbuh bersama melalui pembentukan forum UMKM, koperasi wastra, dan klaster perajin sasirangan binaan pemerintah.

Ketua Dekranasda Kalsel, Hj Fathul Jannah, bersama Direktur Kriya Kementerian Ekonomi Kreatif/Badan Ekonomi Kreatif, Neli Yana, dalam sesi talk show di Parade Wastra Nusantara 2025. Foto: MC Kalsel

Juga pelatihan terpadu mulai dari desain dengan melibatkan desainer nasional, produksi, branding, hingga pemasaran digital. Strategi lain adalah menghadirkan event tahunan seperti Festival Sasirangan Banjarmasin dan Sasirangan Karnaval.

Kemudian agar tetap relevan di pasar modern, berbagai inovasi telah dilakukan seperti pengembangan motif berbasis digital, tetapu tetap mempertahankan kearifan lokal.

Di sisi lain, Dekranasda Kalsel mendorong penggunaan pewarna alami untuk menjawab isu keberlanjutan lingkungan. Penggunaan pewarna alami dari daun mangga, kulit rambutan, dan akar mengkudu diyakini akan menjadi nilai tambah.

“Bahkan Pemprov Kalsel telah bekerja sama dengan lembaga penelitian dan perguruan tinggi, serta mendapat dukungan dari Kementerian Perindustrian dan BRIN dalam pengembangan teknologi ramah lingkungan,” beber Fathul Jannah.

Sasirangan sendiri bukan wastra pertama yang digarap Irmasari sebagai koleksi busana. Desainer kelahiran Bandung ini sudah lekat dengan wastra sejak kecil, lantaran sang nenek yang merupakan kolektor wastra.

Dekranasda Kalsel menggandeng desainer nasional Irmasari Joedawinata dalam membawa kain sasirangan ke pasar global. Foto: MC Kalsel

Dikutip dari Fimela, Irmasari mengaku senang mendapat kesempatan mengolah kain sasirangan menjadi busana yang nyaman  digunakan sehari-hari.

Lulusan seni rupa Institut Teknologi Bandung (ITB) itu lantas mempelajari proses pembuatan kain sasirangan yang panjang dan rumit, tetapi punya daya tarik.

Filosofi dari setiap motif kain sasirangan tak luput dari perhatian Irmasari yang sudah menjadi penggiat fashion sejak 1999, atau sejak duduk di bangku sekolah menengah.

Makanya makna 'keselamatan' di balik sasirangan, ikut menginspirasi Irmasari untuk menghadirkan koleksi yang didominasi outer. Selanjutnya outer ini dipadupadankan dengan teknik layering agar terlihat lebih edgy.

"Warna sasirangan juga gampang dipadupadankan dengan warna lain. Ketika sampai ke tangan costumer, mereka tidak perlu pusing memadupadankan dengan baju yang tersedia," jelas Irmasari.