Cek Pemenuhan Layanan Dasar Warga Terdampak Banjir, Wapres Sambangi Balangan dan Banjar
Wakil Presiden (Wapres) Gibran Rakabuming Raka meninjau langsung wilayah terdampak banjir di Kalimantan Selatan, Kamis (08/01/2026). Kesempatan ini juga digunakan untuk memastikan penanganan dan pemulihan berjalan optimal.
KABARKALSEL.COM, BANJARBARU - Wakil Presiden (Wapres) Gibran Rakabuming Raka meninjau langsung wilayah terdampak banjir di Kalimantan Selatan, Kamis (08/01/2026). Kesempatan ini juga digunakan untuk memastikan penanganan dan pemulihan berjalan optimal.
Gibran bertolak dari Pangkalan TNI AU Halim Perdanakusuma, Jakarta, menggunakan Pesawat Kepresidenan Boeing 737-800 TNI AU.
Dalam kunjungan tersebut, Gibran didampingi Kepala Basarnas Marsdya TNI Mohammad Syafii, Ketua Baznas Noor Achmad, Plt Sekretaris Wakil Presiden Al Muktabar, dan Staf Khusus Wakil Presiden Achmad Adhitya.
Setibanya di Pangkalan Udara TNI AU Samsoedin Noor, Banjarmasin, Wapres langsung melanjutkan perjalanan menuju Bandara Warukin, Tabalong, lalu ke Desa Juuh, Kecamatan Tebing Tinggi, Balangan.
Wakil Gubernur H Hasnuryadi Sulaiman juga mengikuti kunjungan kerja ke Balangan bersama Forkopimda Kalsel, setelah menyambut Wapres di Samsoedin Noor.
Di lokasi yang baru saja diterjang banjir bandang tersebut, Gibran meninjau posko pengungsian, dapur umum, serta sejumlah titik terdampak banjir, termasuk area pembersihan lingkungan sekolah yang terendam.
“Kunjungan ini merupakan bagian dari komitmen pemerintah dalam mengawal arahan Presiden Prabowo Subianto agar negara hadir secara nyata di tengah masyarakat, khususnya dalam penanganan bencana,” tegas Gibran.
Wapres juga berinteraksi dengan masyarakat dan beberapa perwakilan sekolah terdampak, sekaligus mendorong percepatan pemulihan kegiatan belajar mengajar agar kembali normal.
"Hal yang terpenting, kegiatan belajar mengajar harus segera kembali normal. Fasilitas yang rusak didorong untuk segera dipulihkan,” ungkap Gibran.
“Silakan pemerintah daerah berkoordinasi dengan pemerintah pusat, terutama untuk kebutuhan bantuan di masa transisi,” tambahnya.
Banjir di Balangan terjadi akibat luapan Sungai Pitap yang dipicu intensitas curah hujan tinggi. Bencana ini berdampak kepada 4.289 kepala keluarga atau sekitar 13.825 jiwa yang tersebar di 34 desa dan 6 kecamatan.
Meski tidak menelan korban jiwa, ratusan rumah mengalami kerusakan. Rinciannya 210 unit rusak ringan, 189 unit rusak sedang, dan 48 unit rusak berat.
"Sungai juga perlu dinormalisasi agar kedepan tidak terjadi banjir bandang lagi,” beber Gibran yang juga memberikan 1.000 paket bahan pokok kepada korban banjir.
Sementara Baznas menyerahkan langsung bantuan logistik untuk mempercepat pemulihan ekonomi warga berupa 300 paket logistik keluarga, 100 paket perlengkapan sekolah untuk siswa terdampak, serta 50 lembar karpet untuk masjid dan mushola yang terendam.
Selepas mengunjungi Balangan, Wapres melanjutkan kunjungan kerja ke Kecamatan Sungai Tabuk, Banjar, untuk meninjau posko pengungsian, dapur umum, dan lokasi banjir.
Disambut Gubernur H Muhidin, Gibran berkeliling ke rumah warga terdampak menggunakan perahu karet, dan menyempatkan berjalan kaki ke lorong-lorong rumah warga yang masih tergenang hingga sepaha orang dewasa.
“Nanti dikebut lagi penanganan banjir di Banjar. Tentunya Kalsel ditangani dengan serius, sama seperti di Aceh, Sumatera Utara, Sumatera Barat dan provinsi lainnya,” beber Gibran.
Ketika menyambangi pengungsian warga di Puskesmas Sungai Tabuk, Gibran menekankan perlindungan maksimal kepada kelompok rentan dan memastikan layanan dasar tetap berjalan optimal.
“Warga yang mengungsi, terutama lansia, ibu hamil, ibu menyusui, balita, dan kaum disabilitas, harus benar-benar diperhatikan. Harus dipastikan dapur umum menyediakan makanan tiga kali sehari dan posko kesehatan aktif 24 jam,” beber Gibran.
Berdasarkan data sementara, banjir di Banjar berdampak kepada 9 kecamatan dan 121 desa. Tercatat sebanyak 23.133 rumah terdampak, dengan 13.732 rumah di antaranya masih terendam.
Jumlah warga terdampak mencapai 42.082 kepala keluarga atau 118.151 jiwa, termasuk 371 ibu hamil, 687 bayi, 2.145 balita, 4.356 anak, 3.944 lansia, dan 366 penyandang disabilitas.
"Atas arahan Presiden, penanganan darurat dan pemulihan wilayah terdampak akan dipercepat. Rumah-rumah yang rusak juga akan diperbaiki oleh pemerintah," tutup Gibran.