Dalam 24 Jam, Jumlah Warga Terdampak Banjir Banjar Melonjak Tajam
Memasuki awal 2026, kondisi banjir di Banjar menunjukkan tren yang kian mengkhawatirkan.
KABARKALSEL.COM, MARTAPURA – Memasuki awal 2026, kondisi banjir di Banjar menunjukkan tren yang kian mengkhawatirkan.
Meski secara administratif jumlah desa yang terendam mengalami penurunan, fakta di lapangan menunjukkan dampak yang jauh lebih berat.
Data terbaru mengungkapkan lonjakan tajam jumlah pengungsi dan warga terdampak hanya dalam kurun waktu 24 jam.
Awalnya tercatat banjir melanda 137 desa/kelurahan di 10 kecamatan. Namun dalam data terakhir yang disajikan Pusdalops BPBD Banjar, Kamis (01/01/2026) malam, jumlah menyusut menjadi 124 desa/kelurahan.
Meski cakupan wilayah mengecil, tingkat keparahan banjir di pemukiman warga justru meningkat drastis. Kalau sebelumya 7.178 unit, sekarang melesat menjadi 22.857 unit dengan 3.078 rumah yang terendam.
Pun jumlah jiwa yang terdampak bertambah dari 91.790 jiwa (27.253 kepala keluarga) menjadi 107.234 jiwa (37.884 kepala keluarga).
Di antara warga yang terdampak, terdapat 242 ibu hamil, 1.220 balita, 264 penyandang disabilitas, 435 bayi, 1.986 anak-anak dan 2.532 lanjut usia.
Sedangkan jumlah pengungsi di berbagai posko penampungan juga sedikit melonjak dari 4.110 jiwa menjadi 4.196. Beberapa di antaranya mengungsi ke rumah keluarga yang lebih tinggi, tempat ibadah, sekolah, termasuk Aula Dinas Pendidikan Banjar dan Kantor Kecamatan Martapura Barat.